Musim Hujan… Musim Sakit

0
500

Musim hujan t’lah tiba..

Pagi ini bangun dengan matahari yang tersenyum menyapa tapi tiba-tiba langit menjadi gelap dan hujan lebat turun.

Hujan memang identik dengan simbol rejeki. Contohnya saat hujan menguntungkan bagi petani dan daerah-daerah yang kekurangan air. Nah kalau di jakarta bagaimana ya?

Jakarta menjadi suasana yang mencekam ketika musim hujan tiba. Hujan identik dengan banjir bukan? Semua warga menjadi waspada untuk keluar rumah dan melakukan aktivitasnya.

Bukan hanya banjir yang perlu kita waspadai saat musim hujan tapi juga penyakit. Musim hujan adalah musim yang paling menguntungkan bagi banyak bibit penyakit untuk berkembang biak.

Kelembapan saat musim hujan merupakan kondisi yang menguntungkan bagi berbagai macam penyakit.

Apa saja penyakit yang perlu kita waspadai saat musim hujan ini? Dan bagaimana kita mencegahnya? Mari kita simak..

Diare. Penyakit ini sangat terkait erat dengan kebersihan individu. Diare banyak disebabkan oleh bakteri e.coli yang terdapat di dalam kotoran. Pada musim hujan dengan curah hujan yang tinggi dan potensi banjir meningkat, sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal, akan banyak ikut tercemar. Selain itu, pada saat banjir, biasanya akan terjadi pengungsian sehingga fasilitas dan sarana serba terbatas, termasuk ketersediaan air bersih. Itu semua potensial menimbulkan penyakit diare disertai penularan yang cepat. Oleh karena itu, sebagai langkah antisipasi agar terhindar dari serangan diare, sebaiknya selalu membiasakan cuci tangan dengan sabun setiap kali akan makan/minum, serta sehabis buang hajat. Biasakan pula merebus air minum hingga mendidih setiap hari, serta menjaga kebersihan lingkungan, menghindari tumpukan sampah di sekitar tempat tinggal. Dan bila ada gejala-gejala diare, segera ganti cairan dan elektrolit yang hilang dengan minum oralit dan hubungi petugas kesehatan terdekat.

Demam Berdarah. Pada saat musim hujan, biasanya akan terjadi peningkatan tempat perkembang-biakkan aedes aegypti, yaitu nyamuk penular penyakit demam berdarah. Hal itu karena saat musim hujan banyak sampah, misalnya kaleng bekas, ban bekas serta tempat-tempat tertentu yang terisi air dan terjadi genangan untuk beberapa waktu. Genangan air itulah akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut. Dengan peningkatan populasi nyamuk sebagai penular penyakit, maka risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat. Untuk itu, sebaiknya Anda aktif melakukan 3M, yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat. Selain itu, segera bawa keluarga Anda ke sarana kesehatan, bila ada yang sakit dengan gejala panas tinggi yang tidak jelas penyebabnya, yang disertai tanda-tanda perdarahan. DBD harus sangat diwaspadai pada anak-anak karena akan dapat mengakibatkan shock yang bisa membahayakan. Waspadalah jika anak anda panas tinggi selama tiga hari lalu tiba-tiba turun, bukan berarti panas turun itu tanda sembuh tetapi bisa menjadi tanda shock yang mematikan. Saat itu terjadi segera periksa ke RS terdekat.

Leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira, dan termasuk salah satu penyakit zoonosis karena ditularkan melalui hewan. Di Indonesia hewan penular utama adalah tikus, melalui kotoran dan air kencingnya. Pada musim hujan, terutama saat terjadi banjir, maka tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri. Tikus tersebut akan berkeliaran di sekitar manusia, di mana kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir tersebut. Seseorang yang memiliki luka, kemudian terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka akan berpotensi terinfeksi dan jatuh sakit. Untuk menghindarinya, Anda bisa melakukan langkah-langkah antisipasi, yaitu menekan dan menghindari tikus yang berkeliaran di sekitar Anda, dengan selalu menjaga kebersihan. Hindari bermain air saat terjadi banjir, terutama bila ada luka. Gunakan pelindung, misalnya sepatu, bila terpaksa harus ke daerah banjir, dan segera berobat ke sarana kesehatan, bila sakit dengan gejala panas tiba-tiba, sakit kepala dan menggigil.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Penyebab penyakit ini dapat berupa bakteri, virus dan berbagai mikroba lain. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam, kalau berat, dapat disertai sesak napas, nyeri dada. Penanganan penyakit ini dapat dilakukan dengan istirahat, pengobatan simtomatis (sesuai gejala, seperti demam, pusing, batuk, dan sebagainya) atau pengobatan kausal (untuk mengatasi penyebab seperti bakteri atau virus),  peningkatan daya tahan tubuh, pencegahan penularan kepada orang sekitar, antara lain dengan menutup mulut ketika batuk, atau tidak meludah sembarangan. Faktor berkumpulnya banyak orang, misalnya di tempat pengungsian korban banjir, juga berperan dalam penularan ISPA.

Penyakit Kulit. Penyakit ini dapat berupa infeksi, alergi atau bentuk lain. Pada musim hujan yang tingkat kelembapannya tinggi juga menjadi tempat yang baik untuk jamur berkembang biak, maka tidak jarang juga infeksi jamur muncul saat banjir. Pada musim banjir, maka masalah utamanya adalah kebersihan yang tidak terjaga baik. Seperti ISPA, maka faktor berkumpulnya banyak orang berperan dalam penularan infeksi kulit.

Penyakit Saluran Cerna Lain. Demam tifoid atau biasa kita sebut dengan tipes. Hal ini terjadi akibat dari faktor kebersihan yang kurang. Gejala tipes khas dengan demam yang meninggi saat malam hari. Namun, seringkali dikira DBD karena mempunyai gejala yang mirip. Jadi ketika ada anggota keluarga atau orang sekitar anda yang mengalami demam tinggi tidak turun-turun atau hanya demam malam hari segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat RS atau pun puskesmas. Tipes dapat kita cegah dengan menjaga kondisi tubuh dan kebersihan diri serta sekitar. Samantha

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY