Santa Agnes – Kekasihku, Yesus Kristus

0
707

MENJADI orang Katolik pada zaman Kekaisaran Romawi tidaklah mudah. Sebelum mengalami krisis, Romawi berada pada masa kejayaan dan diakui secara internasional. Alhasil, segala peradaban masuk secara terbuka. Pemikiran rakyat Romawi semakin terbuka. Mereka menerima agama baru. Pada masa ini, kedudukan kaisar hampir tergantikan karena rakyat mulai menganut kepercayaan pada satu Tuhan.

Pada krisis abad ke-3, Kekaisaran Romawi hampir hancur. Saat itu, Romawi dipimpin oleh kira-kira 25 kaisar. Karena terlalu banyak daerah, akhirnya Romawi dipimpin oleh dua kaisar. Salah satunya, Diokletianus. Ia adalah kaisar yang bengis dan memegang kekuasaan tak terbatas. Semua orang diwajibkan untuk menyembahnya sebagai Tuhan. Bagi umat Kristen, menyembah kaisar merupakan hal yang mustahil.

Agnes lahir sebagai gadis Katolik Romawi yang kaya pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus. Wajahnya yang cantik rupawan membuat banyak pria tergoda untuk melamarnya. Tetapi, Agnes selalu menolak lamaran mereka sehingga banyak pria yang sakit hati. Salah satunya, Eutropius, anak laki-laki seorang Gubernur Romawi pada masa itu. Rasa sakit hati itu menyebabkan gadis belia ini dihina dan diancam akan diperkosa.

Santo Santa 06 - Santa Agnes - ft03 - agnes.2 (communityofhopeinc.org)Ancaman dan siksaan itu dilaluinya dengan gagah berani karena ia percaya bahwa Kristus selalu menyertainya. Eutropius yang mencoba menyentuhnya mendadak buta. Dengan penuh belas kasih, gadis yang menolaknya ini menyembuhkannya.

Kaisar Diokletianus sangat membenci orang-orang Kristen karena mereka tidak mau menyembah berhala. Gadis belia ini dihukum dengan cara dibakar. Tetapi, api yang membakar gadis yang mempertahankan kemurniannya ini selalu menyulut rakyat romawi yang menyaksikannya. Akhirnya, perawan berusia 13 tahun ini ditusuk sampai mati.

Santa Agnes dikenal sebagai pelindung kemurnian, para tukang kebun, gadis- gadis, para pasangan yang telah bertunangan, para korban pemerkosaan, dan para perawan.

Santa Agnes dilukiskan sedang mendekap seekor Anak Domba (Agnus) sebagai lambang kemurnian, serta memegang daun palma sebagai lambang keberanian. Pada perayaan Santa Agnes, 21 Januari, setiap tahun dua ekor anak domba disembelih di Gereja Santa Agnes di Nomentana. Bulu dombanya dicukur pada Kamis Putih dan dikirim ke Sri Paus untuk diberkati. Lalu, bulu domba itu dipakai untuk membuat hiasan atau mantel yang kemudian dikembalikan kepada Uskup Agung yang baru dilantik, sebagai tanda yuridikasi dan persatuan dengan Sri Paus.

Nila, dari berbagai sumber

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY