Ziarah ke “Peninggalan Majapahit”

4
2114

UNIK, tradisional, monumental, memiliki gaya arsitektur yang sangat dinamis, menawan, dan indah sekali. Demikian kesan pertama ketika peziarah tiba di depan gapura kompleks Gereja Puhsarang.

Peziarah yang mau masuk ke kompleks ini harus melalui anak tangga batu yang cukup tinggi dan melewati salah satu dari tiga gapura yang ada, seperti masuk ke area candi atau kraton. Pada bagian tengah terdapat gapura mirip Candi Bentar, di mana terpasang lonceng dan di puncaknya terdapat ayam jago.

Setelah melewati gapura, baru terlihat jelas bangunan gereja dan bangunan pendopo yang bersebelahan. Keduanya adalah bangunan yang sejak awal dibangunnya Gereja Puhsarang tahun 1936 sudah ada dan telah mengalami empat kali renovasi; yang terakhir selesai saat Natal 1999. Renovasi akhir mengembalikan bagian bangunan yang pernah diubah ke bangunan semula.

Ziarah 06 - Gua Maria Puhsarang - ft04Bangunan awal ini menarik dan sarat dengan simbolisme, seperti pada bentuknya maupun relief dan lukisan yang terdapat di gapura, altar, dinding, dsb. Contoh ada lukisan 12 rasul yang menggambarkan pondasi di mana “Gereja” dibangun. Kemudian ada beberapa gambar dan bentuk yang melambangkan perahu Nabi Nuh, yang melambangkan gereja atau umat Allah sebagai bahtera yang berlayar menuju Tuhan.

Masih banyak simbolisme lain, seperti Adam jatuh ke dalam dosa, Abraham mengorbankan anaknya, Kanak-kanak Yesus bersama Bunda Maria, Yesus dipermandikan di Sungai Yordan, perkawinan di Kana, dsb, yang menggambarkan peristiwa-peristiwa penting dalam Kitab Suci.

Perencanaan kompleks gereja disamakan dengan Kraton Raja, di mana Rajanya adalah Yesus, Raja Segala Raja.

Pendopo berbeda dengan gereja, dibangun dengan konsep sangat sederhana. Dulu, di sini umat menunggu sebelum menghadap “Raja”.

Miniatur Gua Maria Lourdes yang ada sejak dulu berada di samping gereja. Di kemudian hari dianggap terlalu kecil. Maka, pada 11 Oktober 1998 dimulailah pembangunan Gua Lourdes yang merupakan replika Gua Maria di Lourdes, Perancis. Gua ini diresmikan pada 2 Mei 1999. Tinggi patung Maria 3,5 meter, dua kali lebih tinggi dari patung aslinya. Sedangkan tinggi gua mencapai 18 meter. Banyak sekali peziarah di area gua Maria yang besar ini.

Kompleks Gua Maria Lourdes terpisah dan agak jauh dari gereja. Untuk mencapai gua Maria, peziarah harus melalui jalan desa yang di kiri kanannya penuh dengan rumah penduduk. Hal ini terjadi karena pada saat perluasan lokasi, penduduk yang tinggal di dekat gereja tidak mau menjual rumah dan tanahnya.

Gua Maria menempati area yang dulunya merupakan area Sekolah Dasar. Di samping gua Maria, ada altar dan di bawah kaki gua terdapat 12 pancuran yang melambangkan 12 Rasul Yesus. Air pancuran sudah difilter secara khusus sehingga bisa diminum. Banyak orang merasa mendapatkan kesegaran jasmani dan rohani setelah minum air dari gua tersebut.

Sampai sekarang, gua kecil yang berada di sebelah gereja masih didatangi oleh banyak umat Katolik untuk berdoa rosario atau novena. Di sana, umat yang bukan Katolik juga melakukan meditasi dan memohon ujub kepada Tuhan yang Maha Pemurah. Di samping itu, di dalam kompleks ini masih terdapat banyak objek dan bangunan lainnya. Ada area Jalan Salib Bukit Golgota, Pondok Rosario, Ruang Adorasi,Taman Hidangan Kana, Columbarium Pieta, dan Pendopo Emaus. Terdapat pula patung Kristus Raja, juga ada gua kedua yang lebih kecil, serta makam umat dan romo.

Ziarah 06 - Gua Maria Puhsarang - ft06Untuk penginapan dan retret, di dalam kompleks terdapat Wisma Hening St. Catharina dan Wisma Bethlehem, juga area Perkemahan Bukit Tabor. Saat ini, Gua Maria Lourdes di Puhsarang yang menjadi fokus atau titik perhatian utama dari para peziarah. Dulu, sebelum ada Gua Lourdes, titik perhatian utama adalah bangunan gereja yang unik dan antik.

Yang menarik, bangunan gereja yang terlihat tradisional ini bukan karya orang Indonesia tetapi didirikan atas inisiatif Romo Jan Wolters CM (orang Belanda) yang dikenal dengan julukan “Rasul Jawa”. Ia dibantu oleh arsitek terkenal, Henri Maclaine Pont, pada tahun 1936. Pont sangat piawai membentuk keindahan bangunan gereja yang mengukir kebudayaan Jawa. Sedangkan Romo Wolters sebagai inisiator memberi roh pengertian yang mendalam tentang makna sebuah bangunan gereja dengan banyak simbolisme untuk katekese iman Katolik.

Pont menangani pembangunan Museum Trowulan, Mojokerto, yang menyimpan peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit (1960, museum rusak). Sementara desain bangunan Gereja Puhsarang mirip dengan bangunan museum tersebut; memiliki gaya Majapahit dan Jawa. Ketika membangunnya, Pont menggunakan bahan dan buruh lokal. Rancangan bangunannya disesuaikan dengan situasi setempat.

Ada acara-acara yang rutin dan khusus diadakan di Puhsarang. Pertama, Misa Novena yang sudah dimulai sejak Oktober 1994 sebelum Gua Maria besar ada. Misa Novena dimulai pada bulan Oktober dan berakhir pada bulan Juni. Tiap putaran novena mengambil tema tertentu. Kabarnya, banyak pengikut novena yang dikabulkan doanya. Adanya novena ini membuat Puhsarang makin ramai dipadati peziarah.

Kedua, sejak akhir 1998 diadakan MisaTirakatan Jumat Legi, yaitu Misa tengah malam tiap Jumat Legi, pukul 00.00. Tiap 35 hari sekali ada tirakatan.

Kompleks Gereja Puhsarang merupakan peninggalan yang menampilkan iman kristiani dan tempat ibadat Katolik dalam budaya setempat. Kompleks ini juga merupakan tempat ziarah yang terberkati. Banyak pengunjung berpendapat bahwa bangunan di Puhsarang indah dan unik, serta merupakan karya monumental yang patut dipelihara dan dijaga.

Jika ada kesempatan, silakan berziarah ke sana. Dijamin menarik dan banyak berkatnya.

 

Gereja & Gua Maria Lourdes Puhsarang: Desa Puhsarang, Kecamatan Semen – Kediri (± 8 km sebelah barat kota Kediri), Paroki St. Vincentius a Paulo, Jl. Veteran No. 3, telepon 0354 772782.

4 COMMENTS

  1. Boleh saya pakai foto kedua di atas untuk publikasi academik tentang sejarah arsitektur? Tolong merespon kepada cowherd@alum.mit.edu. Makalahnya Bahasa Ingris bisa dikirim kepada anda.

    Siapa nama pemotret?

    Terima kasih sebesar-besarnya.

    Robert Cowherd, Ph.D.
    Visiting Associate Professor, MIT

    • Saya sudah mendapatkan izin dari pemilik foto, silakan Anda menggunakannya untuk makalah Anda. Nama pemotret adalah George Hadiprajitno. Foto diambil tahun 2012. Terima kasih.

LEAVE A REPLY