Kerja dan Kejar Karier

0
537

PADA 20 Oktober 2014 kita menyaksikan puncak Pesta Demokrasi bagi rakyat Indonesia, dengan dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden RI Bapak Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK). Beliau mencanangkan slogan “Kerja-Kerja-Kerja”, termasuk seluruh jajaran Kabinet Kerja-nya. Suatu hal yang sangat menarik untuk kita maknai dan lakukan.

Menurut “Kamus Besar Bahasa Indonesia”, kerja adalah kegiatan melakukan sesuatu. Sebuah makna yang sangat dalam; kerja merupakan kumpulan aktivitas yang dilakukan guna mencapai tujuan di mana setiap aktivitas dilakukan dengan sepenuh hati dan penuh kesungguhan.

Mengapa dipilih Kabinet Kerja? Kabinet ini bertujuan melakukan aktivitas guna mencapai sasaran yang mulia sebagai negara dan bangsa berdasarkan Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Tiap langkah yang dilakukan merupakan bukti kerja nyata para pemimpin serta para pembantunya guna memenuhi harapan rakyat yang telah memberikan mandat kepada mereka.

Apakah pesan tersebut hanya berlaku bagi anggota Kabinet Kerja saja? Saya rasa tidak! Semua pihak, baik pejabat maupun masyarakat, haruslah turut bekerja sebagai warga negara Indonesia.

Mari kita lihat 50 hari kerja pertama; kita disodorkan dengan berbagai gerak langkah para anggota kabinet dalam mewujudkan makna kerja melalui cara yang sedang popular dan trendy saat ini, yaitu blusukan atau turun gunung langsung bersama masyarakat untuk mengetahui permasalahan nyata di lapangan, dan kita bisa melihat hasil nyata yang langsung dan tidak langsung kita rasakan.

Pertanyaan yang muncul, bagaimana mereka bekerja? Untuk mencapai hasil atau tujuan yang diharapkan, mereka memiliki prinsip “kejar”. Kejar dalam “Kamus Besar Bahasa Indonesia” adalah berusaha keras untuk mencapai sesuatu. Ada suatu usaha yang maksimal dan cepat untuk mencapai target.

Tentu sangat menarik dua kata yang berasal dari huruf yang sama, “Kerja” dan “Kejar”. Maknanya saling berkaitan erat. Keduanya merupakan aktivitas untuk mencapai tujuan yang dilakukan melalui usaha maksimal dan cepat dalam mencapai target. Apa yang dilakukan oleh Menteri Perhubungan Ignatius Jonan, Menteri Kelautan dan Kemaritiman Susi Pujiastuti, dan lainnya, merupakan contoh nyata bahwa kerja dan kejar merupakan suatu kesatuan utuh yang saling terkait satu sama lain.

Kejar; maksudnya belum selesai jika belum tercapai targetnya, bahkan sampai mereka harus melakukan keputusan yang paling tidak menyenangkan untuk dirinya atau pengambil keputusan tersebut.

Dalam suatu pekerjaan, khususnya bagi para pekerja, makna “Kerja” dan “Kejar” sangatlah relevan untuk diterapkan dalam praktik sehari-hari di kantor. Kerja bukan sekadar hadir dan melakukan sesuatu untuk mengisi waktu, namun lebih dari itu, ada suatu tujuan yang harus dicapai bagi perusahaan maupun tiap individu. Ada sesuatu yang harus dikejar apabila kita ingin meraih hasil yang sangat menggembirakan, yang pada akhirnya akan membawa kita kepada karier yang lebih tinggi.

Kita sering mendengar sahabat kita yang kerap mengeluh, “Saya sudah melakukan sesuatu tapi hasilnya begini saja.” “Kok karir saya mentok alias tidak naik-naik.” “Kok dia yang selalu lebih berkembang.” Dan masih banyak kok-kok lainnya.

Mari kita kembali melihat dan memaknai “Kerja” dan “Kejar” dalam satu paket utuh. Bila kita melakukan suatu tugas, tentunya harus fokus pada tujuan yang akan dicapai dan terus-menerus mengejar target yang sudah kita sepakati. Seandainya kita tertinggal atau tidak bisa melakukannya, biasanya kita menyerah. Padahal seharusnya kita melakukan peningkatan kompetensi agar kita selalu siap kerja.

Saya sudah siap kerja? Cukupkah? Belum! Kita harus “kejar” tujuan yang akan dicapai dari apa yang kita kerjakan. Semakin kita kejar sebenarnya semakin menantang dan menarik, bahkan kadang waktu terasa kurang.

Tidakkah kita bangga ketika kita berhasil? Kita semua tentu setuju; buah “Kerja” dan “Kejar” selalu membawa kebahagiaan yang selama pencapaiannya harus dengan pengorbanan.

Masalah utamanya, kita kadang lupa bahwa karier tidak akan pernah datang begitu saja tanpa “Kerja” dan “Kejar”.

Selamat menikmati indahnya “Kerja” dan “Kejar” dengan selalu berpikir positif, melakukan sesuatu dengan sepenuh hati, berani berbagi kepada sesama, yang dilandasi oleh integritas yang tinggi.

Mursosan

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY