Mengapa Dia, Pasangan Hidupku?

0
473

SETELAH hidup berkeluarga selama beberapa tahun, kami tidak terlalu mengalami banyak masalah.

Namun, kadang terlintas di dalam hati saya pertanyaan seperti ini , mengapa dia yang menjadi pasangan hidupku?”

Benny-Henny

 

Jawaban:

Dear pasutri Benny-Henny yang terkasih. Puji syukur atas pernyataan bahwa keluarga kalian tidak terlalu mengalami banyak masalah keluarga. Kami melihat nama kalian berdua mirip.

Kami tidak tahu siapa yang bertanya mengenai “Mengapa dia yang menjadi pasangan hidupku?” Pasti bagi kalian, bukan suatu penyesalan terhadap pilihan pasangan hidup, dan kami yakin keluarga kalian sungguh menjadi keluarga yang terberkati dan saling mengasihi, serta terjalin komunikasi yang baik pula.

Kami coba melihat proses penciptaan yang dilakukan oleh Allah Bapa. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya. Menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan. Allah memberkati mereka (kej 1.72-28a).
Pasangan hidup kita adalah juga ciptaan Allah. Dan semua ciptaan Allah adalah baik, teristimewa manusia diciptakan dengan sangat baik.

Dengan berkat pula, Allah berfirman, ” Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu…” Penyediaan Allah akan kebutuhan manusia tersedia dengan baik. Tidak ada yang kurang, tidak ada yang salah, pun tidak ada yang harus dikhawatirkan. Allah lebih dahulu memberi berkat kepada manusia sebelum Dia memberikan kuasa kepada manusia untuk menaklukkan ciptaan-Nya yang juga baik adanya.

Allah memberikan Hawa kepada Adam untuk menjadikan istrinya. Karena dosa, mereka kemudian menjadi hidup terpisah dari Allah. Dalam perkembangan tradisi dan budaya kehidupan manusia, manusia memilih atau dipilihkan orang lain untuk melanjutkan keturunannya .

Dalam peradaban yang lebih modern, manusia memilih pasangan hidupnya sendiri; menurut selera dan budaya setempat di mana mereka hidup. Jatuh bangun mereka berusaha mempertahankan berkat Allah dalam kehidupan mereka. Lalu, dalam menjalani kehidupannya, manusia menyadari keberadaannya dan bertanya mengapa dia menjadi pasangan hidupku?

Allah tetap setia pada apa yang telah dijanjikan kepada manusia, yaitu kehendak bebas. Termasuk keputusan manusia untuk memilih pasangan hidupnya. Allah tidak menentukan siapa yang menjadi pasangan hidup kita. Kitalah yang menentukannya sendiri. (Kanonisasi Gereja juga meminimalisir kesalahan pilih pasangan) Tetapi, apakah kita menyertakan Allah dalam memilih pasangan hidup kita, atau kita hanya memilih berdasarkan kedagingan manusia semata. Lalu, apakah kita menyertakan Allah dalam kehidupan kita selanjutnya atau kita hanya hidup berdasarkan kedagingan manusia dan pandangan mata manusia semata.

Dia pasti menjadi pasangan hidup kita yang terberkati, bila kita tetap setia pada “pokok anggur”. Ranjau-ranjau kehidupan tetap akan ada karena dosa-dosa manusia. Tetapi, Allah tetap setia kepada kita. Dia selalu hadir dalam setiap perjuangan kita untuk tetap setia kepada-Nya.
Kita akan dapat bersyukur bersama pasangan kita, karena Allah memberkati dan kita memelihara berkat Allah dalam hidup kita. Dengan berkat Allah, kita memiliki daya Ilahi untuk mencintai pasangan, menguatkan pasangan, berjuang bersama pasangan, dan mampu mengampuni pasangan.

Jadi, menurut kami, pertanyaan kalian wajar. Tapi, yang terpenting, semoga keluarga kalian bisa menjadi teladan dan terang bagi pasangan serta keluarga-keluarga di sekitar kita. Tuhan memberkati.

 

Lenny J.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY