Drama Sengsara Yesus di Daerah dan Negara Lain

0
1310

Drama Kisah Penyaliban Yesus di London berlangsung secara ekumene; melibatkan seluruh umat Kristiani dari berbagai Gereja.

Paskah di Jerman
Paskah di Jerman

SETIAP tahun, seluruh umat Kristiani di seluruh dunia selalu mengenang Kisah Sengsara Yesus di Kayu Salib yang rela mati untuk menebus dosa-dosa manusia. Umat Kristiani selalu diingatkan akan Karya Penebusan Yesus yang sarat penderitaan dan pengorbanan demi kasih-Nya kepada manusia. Hari sengsara tersebut dikenal sebagai Jumat Agung atau Good Friday yang dirayakan dalam Trilogi Hari Suci, yaitu sesudah Kamis Putih dan sebelum Paskah.

Peristiwa penyaliban Yesus dalam tradisi Gereja Katolik biasanya dibuat dalam bentuk drama Kisah Sengsara Yesus.

Sebaiknya, tidak digunakan kata ”tablo”. Karena, dalam Kamus Bahasa Indonesia, tablo adalah pertunjukan atau lakon tanpa gerak atau tanpa dialog.

Paskah di Australia
Paskah di Australia

Pengertian tablo adalah seni gerak (drama) tanpa suara yang menceritakan kisah-kisah rakyat, legenda atau cerita sejarah. Dalam bahasa Perancis, adegan ini disebut tableau vivant yang berarti gambar hidup (living picture). Beberapa aktor akan memerankan beberapa pose atau adegan tertentu di atas panggung.

Sebenarnya, tablo sudah dikenal sekitar tahun 1500 -an. Pada masa itu seni gerak ini dipakai untuk memerankan beberapa adegan yang dibutuhkan para pelukis atau pematung agar mereka dapat menghasilkan lukisan atau patung dengan gaya yang lebih ekspresif.

Dengan demikian, penggunaan kata “tablo” tersebut berbeda dengan drama singkat yang seringkali dipentaskan di gereja.

Di belahan dunia lain, lebih banyak digunakan kata “re-enactment“, dalam bahasa Inggris berarti pengulangan sebuah kisah sejarah.

 

Victoria Street London

Paskah di Victory Street
Paskah di Victory Street

Tradisi ini diperingati setiap tahun pada Jumat Agung atau Good Friday secara ekumene, yaitu melibatkan seluruh umat Kristiani dari berbagai Gereja selain Gereja Katolik. Drama ini terbuka untuk umum, siapa saja yang ingin hadir.

Seperti biasa, acara ini dimulai di area Westminster yang terletak di daerah kota London, dekat Houses of Parliament. Prosesi dimulai pada pukul 11:45 mendekati siang hari di Methodist Central Hall atau Gereja Methodist. Jalan Salib dimulai dengan melalui jalan Victoria atau Victoria Street ke Westminster Cathedral yang merupakan Roman Catholic Church dan kembali melewati jalan yang sama menuju ke Westminster Abbey yang dikenal juga sebagai Gereja Anglikan.

Pada prosesi tersebut seorang pria yang memikul sebuah kayu salib besar akan berjalan di depan umat yang ikut berjalan di belakangnya. Suasana tersebut menggambarkan peristiwa pada saat Yesus harus memikul sendiri salib-Nya sampai ke Gunung Golgota tempat dimana Ia dipaku dan disalibkan hingga wafat di kayu salib.

Kemudian perayaan dilaksanakan di Westminster Abbey sesuai tema penyaliban Yesus. Babak pertama prosesi tersebut dimulai pada pukul 13.30 sampai pukul 14.00. Setelah itu, mereka masuk dalam periode heningselama beberapa saat, kemudian dilanjutkan periode kedua hingga pukul 15.00.

Perayaan diakhiri dengan menyanyikan lagu The Solumn Liturgy of The Passion and Death of Our Lord.

 

Lakon Penyiksaan

Paskah di India
Paskah di India

Hati insan mana yang tidak trenyuh saat melakoni dan mengenang hari penghakiman dan pengorbanan Yesus tersebut.

Wajah-wajah tampak mengernyit pedih menyaksikan lakon penyiksaan yang bersimbah seperti darah dalam memerankan Yesus

Kristus dalam ritual drama penyaliban di India, Filipina, Australia, Jerman, dan Yerusalem.

Berbeda pula cara untuk mengenang peristiwa sengsara Kristus yang dilakukan peziarah dalam perjalanan sambil membawa salib besar. Mereka tergabung dalam kelompok The Nothern Cross Pilgrimage. Kelompok ini melakukan perjalanan dari Northumberland ke kota Berwick Upon Tweed, Inggris, menuju Holy Island.

Tradisi tersebut sudah berlangsung selama kurang lebih 30 tahun.Kelompok peziarah ini melakukan perjalanan melewati “tidal causeway“, yaitu jalan yang terbentuk apabila air laut surut saat mereka melakukan jalan salib menuju Holy Island.

Holy Island adalah sebuah pulau kecil yang letaknya tidak terlalu jauh dari daratan.

Selama Pekan Suci, para peziarah menempuh perjalanan sejauh 100 miles atau kira-kira 160 kilometer melewati Northumberland dan The Scottish Borders.

 

Venda, dari berbagai sumber

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY