Mengapa Perlu Sakramen Tobat?

0
902

MENGAPA orang Katolik diwajibkan mengaku dosa di hadapan pastor? Apakah kita tidak bisa minta ampun langsung kepada Tuhan lewat doa-doa kita?

Jawaban Romo Suherman:

Romo FX Suherman
Romo FX Suherman

Saya melihat ini sebuah pertanyaan yang baik untuk mendukung penghayatan kita dalam hal menghargai Sakramen Tobat dalam Gereja Katolik. Sakramen Tobat disebut juga Sakramen Rekonsiliasi, yaitu manusia diperdamaikan kembali dengan Allah melalui Gereja-Nya.

Dosa membuat relasi manusia dengan Allah menjadi tidak beres. Manusia tidak mampu membereskan situasinya sendiri; ia membutuhkan sarana yang menjadi rahmat perdamaian dan penyelamatan baginya. Sang Penyelamat Manusia adalah Kristus sendiri yang telah memperdamaikan sorga dan dunia; Allah dan manusia.

Setelah kebangkitan-Nya, Kristus telah menyerahkan kuasa pendamaian ini kepada Gereja-Nya, yang ditujukan kepada para rasul dan penggantinya. “Kepadamu akan kuberikan kunci kerajaan sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga” (Mat 16:19; 18:18).

Bersamaan dengan baptisan, setiap orang kristiani sekaligus memperoleh Sakramen Tobat yang pertama. Melalui baptisan, semua dosa manusia diampuni, karena hidup mereka telah dilebur dalam misteri wafat dan kebangkitan Tuhan. Mereka telah dipersatukan dengan Kristus, Sang Penebus yang memperdamaikan dan menjadikan kita menjadi anak Allah.

Persatuan kita dengan Kristus senantiasa dirawat melalui perayaan Ekaristi yang membawa kita selalu bersatu dengan Kristus sendiri. Namun, sebagai manusia, dan sifat manusia dengan segala situasi kedagingannya, membuat proses hidupnya tidak selalu berkenan pada Allah. Dalam proses perjalanan hidup ini, manusia selalu bisa jatuh dalam kelemahan dan dosa, sehingga menodai persatuannya dengan Tuhan atau “terlukanya” anggota dari Tubuh Mistik Kristus.

Maka, untuk memperoleh rekonsiliasi, kita tidak bisa berusaha sendiri. Kita membutuhkan penerimaan berupa bantuan rahmat Tuhan yang diberikan kepada Gereja melalui Sakramen Rekonsiliasi.Konsultasi Iman-04-Mengapa Perlu Sakramen Tobat-gb1

Apakah kita tidak bisa minta ampun langsung kepada Tuhan lewat doa sendiri? Saya kira ini bukan pertanyaan seorang yang sedang mengalami penyesalan sempurna, melainkan seorang yang melihat Sakramen Rekonsiliasi hanya sebagai aturan kewajiban semata. Sekiranya orang sungguh mengalami situasi bermasalah, apalagi berkaitan dengan pihak lain, ia tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Ia butuh bantuan. Kalau orang memiliki niat baik dan memiliki sedikit kerendahan hati, tentu ia akan melakukan apa pun demi penebusan atas dosa dan kesalahannya.

Mengapa diminta melakukan yang sederhana, yaitu ritual Sakramen Rekonsiliasi, malah “ngeyel” dan berkeras hati? Ketaatan iman sangat diperlukan untuk melaksanakan apa yang kita percaya membantu keselamatan kita melalui Gereja-Nya. Dalam konteks perayaan sakramen, pastor lebih sebagai sakramen atau tanda dan kehadiran Allah bagi umat-Nya.

Saya kira karena situasi hidup berdampingan, pengaruh keyakinan Gereja lain sering mengaburkan penghayatan iman kekatolikan kita. Menurut keyakinan Gereja Kristen Protestan, iman adalah urusan pribadi maka konsekuensinya semua hal yang menyangkut hidup iman dan keselamatan itu juga urusan pribadi, seperti soal dosa, liturgi, keselamatan, dsb. Maka, bisa dimengerti, mereka tidak perlu pengakuan dosa, liturgi yang formal, dan juga mendoakan arwah. Bukankah itu semua, menurutnya, adalah urusan pribadi? Di sinilah letak banyak perbedaan antara Katolik dan Protestan.

Menurut iman Katolik, meskipun dibutuhkan iman pribadi untuk menanggapi panggilan Tuhan, namun kita hidup dalam sebuah komunitas yang disebut Gereja, yang adalah Tubuh Mistik Kristus. Dosa dan keselamatan bukan hanya masalah pribadi, melainkan menyangkut proses kehidupan sebagai Tubuh Mistik Kristus.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY