Kebun Mawar Bunda Maria

0
3628

NGGAK mau ikut ah, Opa. Yang datang orang tua semua, nggak ada yang muda,” jawab Philo. Belum sempat opa membujuk Philo, tiba-tiba muncul Febe, sepupu Philo yang berumur 12 tahun. Wajah Opa Ben berseri-seri. Katanya, “Halo Febe, pas sekali kamu datang. Ayo ikut kami ke pertemuan doa rosario lingkungan. Temani si Philo, mau ‘kan?” Febe pun mengangguk. Mereka pun melangkahkan kaki ke rumah Pak Theodorus.

Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba Febe berkata kepada Opa Ben, “Terima kasih, Opa karena mendoakan kesembuhan Ibu Febe.”

“Ah, Febe,” kata Opa. “Asalkan ibumu sehat kembali, Opa sudah senang.”

Philo menyela, “Jadi tadi Opa berdoa supaya Bunda Maria menyembuhkan Tante Din?”

Opa Ben buru-buru meluruskan, “Bukan Bunda Maria yang menyembuhkan, tapi Tuhan. Bunda Maria hanya menjadi perantara doa-doa kita, juga berdoa bersama kita supaya doa kita sampai kepada Tuhan Yesus untuk disampaikan kepada Allah Bapa.”

Philo belum puas, lalu bertanya lagi, “Mengapa nggak langsung saja berdoa kepada Tuhan Yesus?” Opa Ben menjawab, “Itu boleh-boleh saja. Namun, rosario adalah doa yang istimewa. Doa ini diberikan Bunda Maria langsung kepada St. Dominikus ketika ia bermati raga di hutan dekat kota Toulouse untuk membuat aliran sesat Albigensia bertobat. Bunda Maria mendapat tempat yang sangat istimewa di dalam diri Tuhan Yesus, sehingga doa Bunda pasti didengarkan oleh-Nya. Doa ini adalah doa yang indah karena dirangkum dari Doa Yesus (Bapa Kami) dan Salam Maria, serta bersumber dari salam Malaikat Gabriel dan pujian Elisabet kepada Maria. Doa rosario juga lengkap karena terdapat Tanda Salib, Syahadat Para Rasul, Bapa Kami, Salam Maria, dan Kemuliaan yang menyapa Allah Tritunggal, serta perenungan peristiwa-peristiwa utama dalam kehidupan Yesus dan Maria. Doa rosario sebaiknya tidak didaraskan cepat-cepat dan asal-asalan, tanpa perhatian dan hormat. Dalam mendoakannya, yang paling penting adalah merenungkan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Tuhan Yesus dan Maria (Gembira, Terang, Sedih, dan Mulia) yang merupakan keutamaan-keutamaan pokok. Setelah itu, terapkan kebenaran-kebenaran di dalamnya dalam hidup kita sendiri. Eh, ada lagi…. Ternyata, doa ini melibatkan kata-kata dan pendengaran ketika mengucapkan, pikiran dan emosi ketika merenungkan peristiwa-peristiwa Injil, dan indera peraba ketika ujung-ujung jari menggeser manik-manik lho.”

Tiba-tiba, Febe bertanya, “Opa, katanya Tuhan Yesus mencela doa yang diulang-ulang. Nah, gimana dengan doa rosario?” Mantan prodiakon itu menjawab, yang dicela Tuhan Yesus adalah doa yang bertele-tele. “Febe, doa rosario mengikat dua jiwa, yaitu Maria sebagai sang bunda dan kita sebagai anak-anaknya. Ucapan ‘Aku mencintaimu’ di antara keduanya bukankah sangat elok bila diulang terus-menerus? Melalui doa ini juga hubungan kita dengan Bunda Maria dan Tuhan Yesus menjadi semakin mesra.”

Tak mau kalah, Philo juga bertanya “Apa arti rosario, Opa?”

Opa berpikir sejenak, lalu menjawab, “Rosario berasal dari bahasa Latin rosarium, artinya kebun bunga. Bunda sendiri berkata, setiap kali mendaraskan satu kali Salam Maria kita menghadiahkan beliau sekuntum mawar indah, sedangkan doa rosario yang lengkap akan membentuk mahkota mawar yang anggun.”

Philo pun berkata, “Wah! Kalau begitu, Bunda Maria punya kebun mawar internasional dong!”

Ekatanaya

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY