Nenekku Sayang

0
1011

TIARA, gadis kecil berwajah manis memiliki rambut hitam legam, panjang, dan tebal. Indah sekali bak mayang terurai. Semua orang yang memandang rambut Tiara selalu berdecak kagum dan memuji keindahannya, sebab jarang sekali dijumpai gadis kecil seusia Tiara memiliki rambut seindah itu.

Namun, semua pujian itu tidak membuat Tiara menjadi sombong, sifatnya tidak berubah, selalu ramah dan rendah hati pada setiap orang, terlebih pada neneknya. Tiara sangat menyayanginya dan selalu mematuhi setiap kata -kata maupun nasihat yang diucapkan nenek kepadanya.

Usia Tiara 10 tahun. Ia duduk di kelas 5 SD Kasih Ibu, yang teretletak di pinggiran sebuah kota besar di Jawa Timur. Untuk pergi ke sekolah, Tiara cukup berjalan kaki karena letak sekolahnya tidak terlalu jauh dari rumah yang ditempatinya bersama sang nenek.

Sejak usia setahun, ia diasuh oleh neneknya sebab kedua orangtua dan kakeknya telah meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan bus yang mereka tumpangi. Betapa sedih hati sang nenek, tetapi dengan tabah dan dengan kasih sayang yang besar, nenek merawat dan membesarkan Tiara seorang diri. Nenek Tiara rajin berdoa kepada Tuhan Yesus agar mereka berdua selalu berada dalam lindungan-Nya.

Untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari, nenek membuka warung di depan rumahnya dan menjual panganan kecil. Banyak orang menyukai panganan kecil buatan nenek. Selain rasanya gurih, harganya tidak mahal sehingga cepat terjual habis. Nenek mengerjakannya seorang diri, hanya kadang – kadang saja bila nenek mendapat banyak pesanan dari pembeli, Bu Inah tetangga mereka datang untuk membantu nenek.

Dongeng 08 - Nenekku Sayang - Kristiner - illustrasi02
Ilustrasi : Kristiner

Sepulang sekolah, Tiara pun selalu membantu nenek. Menyapu, mengepel, mencuci piring merupakan hal yang biasa bagi gadis kecil itu. Semua pekerjaan rumah tangga yang dilakukan Tiara sama sekali tidak mengganggu pelajaran sekolahnya,Tiara selalu masuk dalam ranking tiga besar. Hal itu membuat nenek merasa bangga sekali padanya. Begitulah kehidupan mereka sehari – hari. Walaupun hidup dalam kesederhanaan, namun kebahagiaan selalu mereka rasakan.

Hingga suatu hari nenek jatuh sakit, cukup parah. Sudah seminggu nenek berbaring terus di tempat tidur. Warung terpaksa ditutup karena selain nenek, tidak ada yang dapat membuat panganan kecil. Tiara sangat sedih dan cemas melihat keadaan nenek. Terlebih, tabungan mereka semakin menipis. Padahal obat nenek tinggal tersisa untuk satu hari, belum lagi memikirkan biaya untuk keperluan harian lainnya.

Ah kasihan Tiara, gadis sekecil dia sudah mempunyai beban pikiran yang berat.

Malam hari seusai berdoa, tiba-tiba Tiara teringat jalan keluar yang dapat mengatasi masalah keuangan mereka. Esok hari sepulang dari sekolah, Tiara berencana untuk memotong rambutnya dan menjualnya kepada Ibu Mike. Selama ini Ibu Mike selalu membujuk Tiara agar memotong rambutnya untuk dijadikan sanggul, tentunya dengan imbalan yang menarik. Namun, saat itu nenek tidak mengizinkannya.

“Sekaranglah saatnya aku membantu nenek,” pikir Tiara.

Dongeng 08 - Nenekku Sayang - Kristiner - illustrasi03
Ilustrasi : Kristiner

Maka, Tiara menjual rambutnya kepada Bu Mike dan menerima sejumlah uang yang dapat dipakai untuk membeli obat-obatan serta keperluan sehari-hari. Bu Mike senang sekali karena dapat membuat sanggul yang indah dari rambut Tiara. Demikian pula yang dirasakan Tiara; ia merasa bersyukur sekali atas berkat dari Tuhan Yesus. Rambut indahnya telah menjadi Malaikat Penyelamat bagi nenek dan dirinya.

Nenek merasa terharu bercampur bahagia. Diraihnya Tiara ke dalam pelukannya. Dalam pelukan nenek, Tiara berbisik, ” Aku tidak menyesal memotong rambutku karena aku menyayangi Nenek. Terima kasih atas pertolongan-Mu, Tuhan.”

Oleh Penny Susilo

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY