Doa Adorasi – Konsultasi Iman

2
5292

Pertanyaan:

KAMI sering mengikuti Doa Adorasi, terutama pada saat Jumat Pertama. Tetapi, terus terang kami belum mengerti secara jelas maksud dari Doa Adorasi. Apa tujuan Gereja Katolik mengadakan doa ini dan bagaimana tata cara berdoa Adorasi yang benar?

Sering juga umat Katolik berdoa secara pribadi di Ruang Adorasi (kebetulan di paroki kita belum ada). Apakah pada saat itu doa yang didaraskan bebas, tidak usah mengikuti liturgi Adorasi?

 

Jawaban Rm. Aldo:

  1. Saya mengucapkan terima kasih atas pertanyaan yang sangat baik ini. Doa Adorasi Sakramen Mahakudus atau Doa Adorasi Ekaristi adalah salah satu bentuk devosi iman kristiani yang berkembang sampai saat ini. Untuk mengerti apa tujuan Devosi Adorasi Ekaristi mungkin bisa dijelaskan dari analogi berikut ini.

 

Setiap kali saya melihat pasangan, entah masih dalam tahap pacaran atau tunangan, ada satu tanda yang dapat memperlihatkan bahwa mereka ini saling mencintai. Yaitu, keinginan untuk selalu bersama-sama. Ke mana-mana, mereka selalu mengusahakannya bersama-sama berdua. Ada yang pergi bersama ke tempat kerja, kuliah, mal, bahkan ke gereja juga harus bersama. Ketika mereka terpisah jauh, ada keinginan dan kerinduan untuk selalu berdekatan dan bersama-sama. Dengan pertimbangan yang matang, akhirnya kebersamaan ini diresmikan dalam lembaga perkawinan. Dalam perkawinan, kebersamaan pasangan menjadi semakin intim dan intensif.

 

Dalam perayaan Ekaristi, terjadilah misteri keselamatan Allah oleh Yesus Kristus dalam Roh Kudus. Ketika Roh Kudus dimohonkan dalam Doa Syukur Agung, roti dan anggur yang dipersembahkan di altar seketika berubah secara substansial menjadi Tubuh dan Darah Kristus sendiri. Peristiwa ini merupakan misteri cinta kasih Allah bagi kita, umat-Nya. Allah mencintai tidak sepenggal-sepenggal dalam kurun masa waktu tertentu. Allah mencintai manusia sepanjang zaman, terbukti dari Ekaristi yang akan selalu ada sepanjang zaman. Melalui Misa kudus, Allah dalam Yesus Kristus mau terus-menerus hadir mencintai, meneguhkan, menolong, dan memberi semangat umat-Nya dalam perjalanan hidup mereka.

 

Jika dirata-rata perayaan Ekaristi hari Minggu Biasa berdurasi sekitar 1,5 jam. Bagi sebagian orang, mungkin sudah terlalu lama. Namun, bagi sebagian yang lain, kebersamaan dengan Yesus dalam perayaan Ekaristi masih terlalu singkat dan belum cukup. Mereka masih rindu untuk ada dan tinggal bersama-sama dengan Yesus. Oleh karena itu, tidak jarang kita menemukan masih begitu banyak orang berdoa pribadi setelah Ekaristi selesai. Mereka berdoa di hadapan Sakramen Mahakudus. Yang mereka lakukan ini disebut Doa Adorasi Ekaristi. Gereja mengimani bahwa kehadiran Kristus dalam rupa roti anggur tidak berhenti hanya saat perayaan Ekaristi saja, yakni sewaktu menyantap hosti suci saat Komuni, tetapi juga ketika hosti suci itu disimpan di luar Misa kudus.

 

  1. Doa Adorasi ini merupakan devosi yang dapat memenuhi kerinduan dan dambaan batin umat beriman. Maka, selayaknya devosi ini dijauhkan dari segala aturan-aturan baku yang terkadang malah membatasi ungkapan iman kerinduan umat.

 

Dalam Doa Adorasi bersama memang perlu dibuat susunan tata doa yang baik sehingga dapat mewakili kerinduan umat. Prinsipnya, berbagai macam bentuk tindakan kita haruslah menjadi tanggapan atas rahmat kesatuan kita dengan Tuhan dalam doa itu. Dapat dilayangkan doa syukur dan permohonan, tata gerak seperti tangan menyembah, berlutut, membungkuk, berarak, dan sebagainya.

 

Dalam Doa Adorasi pribadi (entah di gereja atau di ruang Adorasi), kita sebetulnya tidak perlu bingung dan sibuk berpikir harus mengucapkan doa yang mana. Kebingungan tersebut muncul kalau kita datang dengan membawa banyak kertas doa yang harus dibaca. Berdoalah di depan Yesus dalam Sakramen Mahakudus dari kerinduan hati yang paling dalam. Kita dapat berdoa dengan kata-kata jujur dan tulus yang mengungkapkan rasa syukur, permohonan, dan harapan kita kepada Tuhan (curhat). Bahkan dengan duduk diam, hening, menyadari kebersamaan kita dengan Tuhan dalam Doa Adorasi pribadi itu pun sudah lebih dari cukup. Sebab kita, seperti Maria saudari Marta “telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil daripadanya” (Luk 10:42).

 

 

2 COMMENTS

  1. Benar sekali RM.Aldo, beberapa kali saya rindu dengan Tuhan Yesus pasti saya selalu datang ke Ruang Adorasi untuk berdoa (curhat). Setelah pengalaman itu hati dan hidup rasanya sangat damai karena saya merasa Yesus selalu ada buat ku. Terimakasih Tuhan Yesus. 😇 🙏

  2. Terima kasih ilmunya dan jawabanya sangat membantu saya.saya rindu untuk punya lebih banyak waktu pribadi bersama tuhan…

LEAVE A REPLY