Ziarah Fatima-Lourdes Sarat Makna

4
5626
Kota Avila, Spanyol dari kejauhan

BERAWAL dari keinginan kami (warga Lingkungan Klara Paroki Sathora) berkunjung ke tempat-tempat suci dunia, terutama di mana Bunda Maria menampakkan diri, maka kami merancang perjalanan ziarah dengan harapan bisa memperkuat iman kami.

Awal Juni 2014, para pengurus Lingkungan Klara 1 dan 2 mulai membahas rencana tersebut. Ada beberapa lokasi yang ingin kami kunjungi, yaitu Fatima, Avilla, Barcelona, Lourdes, dan Nevers. Kami juga akan mengunjungi tempat-tempat rekreasi. Alhasil, rencana kami menjadi ziarah rekreasi (ziarek).

Rencana ziarek mulai disosialisasikan kepada warga Lingkungan Klara 1 dan 2. Dalam waktu singkat, kami berhasil menghimpun 30 peserta; sesuai dengan target yang kami harapkan. Waktu ziarek 17 hari, pada 24 April hingga 10 Mei 2015. Sekitar dua bulan sebelum tiba waktu ziarek, ada tambahan dua peserta lagi. Total peserta menjadi 32 orang. Romo Irwanto Pr dari Malang menjadi pembimbing rohani.

 

Tulang Rahang St. Antonius

Misa di Kapel St. Antonius dari Padua, Lisabon
Misa di Kapel St. Antonius dari Padua, Lisabon

Kami menggunakan jasa HOPE Travel. Jumat, 24 April 2015, pukul 15.00 kami menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan sebuah bus besar. Tepat pada pukul 18:45 pesawat KLM membawa kami menuju Amsterdam untuk transit dan berganti pesawat. Setelah hampir 20 jam terbang, termasuk waktu transit, akhirnya kami tiba di kota Lisbon, Portugal. Kami langsung melakukan city tour; mengunjungi Katedral Lisabon untuk kemudian mengikuti Misa di Kapel Antonio. Di kapel itu terdapat relikwi tulang rahang St. Antonius dari Padua. (foto 1)

Silih dengan cara berjalan sambil berlutut di Fatima
Silih dengan cara berjalan sambil berlutut di Fatima

Lalu, kami menuju kota Fatima yang terletak sekitar 100 km sebelah utara kota Lisabon. Fatima terkesan kota yang sepi dan tenang, sangat mendukung suasana sakral sebuah kota suci tempat Bunda Maria menampakkan diri pada tahun 1917. Kami langsung menuju hotel yang sangat dekat dengan lokasi “sanctuary” atau tempat penampakan Bunda Maria yang kemudian didirikan sebuah gereja besar atau basilika. (foto 2)

Royal Palace di kota Zaragoza, Spanyol
Royal Palace di kota Zaragoza, Spanyol

Pada 13 Mei 1917 Maria menampakkan diri kepada tiga anak di Paroki Fatima, kota Villa de Ourem, sekarang Diosis Leiria, Fatima. Bunda Maria menampakkan diri sebanyak lima kali berturut-turut; Mei sampai Oktober 1917. Di sini terdapat tempat orang berjalan sambil berlutut sepanjang hampir 1.000 m, sebagai bentuk silih dan simpati terhadap penderitaan Tuhan Yesus. Beberapa peserta berhasil melakukan silih. Sedangkan lainnya hanya berjalan antara 100 sampai 500 m saja karena sudah tidak dapat menahan rasa sakit di lutut. (foto 3)

Apa saja yang bisa dilihat di Fatima?

Di Cova da Iria: Deretan pilar di depan Basilika terdapat patung empat Santo dari Portugal. Taman Terbuka: Barisan tangga dan deretan pilar dengan perhentian Jalan Salib. Kapel Penampakan: Tempat Bunda Maria menampakkan diri ditandai dengan sebuah pilar yang di atasnya terdapat patung Bunda Maria.

Basilika: Mulai dibangun pada tahun 1928. Di dalamnya terdapat makam Francesco, Jacinta, dan Lucia yang memperoleh penampakan Bunda Maria.

Kapel Adorasi Kekal: Terdapat di ujung barisan pilar basilika.

Monumen Hati Kudus yang Mahakudus: Terdapat di tengah lapangan di atas sebuah mata air yang menjadi sarana bagi banyak berkat.

Rumah Bunda Kita dari Dolours: Tempat menampung orang sakit pada saat berziarah.

Salib Besar Monumen Paus Paulus VI, Monumen Paus Pius XII, dan Monumen D. Jose Alves Correira da Silva.

 

Sentuhan Abad Pertengahan

Bersiap untuk Misa di Goa Maria de Grotto, Lourdes
Bersiap untuk Misa di Goa Maria de Grotto, Lourdes

Perjalanan berikutnya adalah menuju kota Madrid dengan singgah di kota Avilla tempat kelahiran Santa Theresia. Sepanjang perjalanan kami melihat pemandangan yang menakjubkan; hamparan padang rumput nan hijau dengan ternak sapi menandakan kemakmuran negeri Portugal dan Spanyol. Kota Avilla dikelilingi oleh tembok seperti benteng dan di dalamnya terdapat bangunan yang tertata rapi dengan sentuhan abad pertengahan. Sungguh tidak cukup rasanya bila kami hanya singgah di sini, karena kami pasti mendapat kesan berbeda bila kami menginap semalam di kota Avilla. Kami pun bermalam di kota Madrid, ibu kota Spanyol. (foto 4)

Basilika Segrada Familia, Barcelona yang menakjubkan
Basilika Segrada Familia, Barcelona yang menakjubkan

Dari Madrid, kami menuju Gereja Santa Maria Del Pillar di kota Zaragoza yang dipercaya sebagai tempat penampakan Bunda Maria pada tahun 1504. Karena hari sudah larut malam, kami bermalam di kota Zaragoza. Keesokan harinya, kami langsung menuju Montserrat, sebuah gunung yg terletak sekitar 50 km dari Barcelona. Monserrat sungguh merupakan gunung yang sangat mengagumkan berbentuk pilar karena proses alami. Di sini terdapat Biara Benedictine yang didirikan pada tahun 1025. Para peziarah berdoa di hadapan Bunda Kudus dan Putranya atau Black Madonna. Sungguh kami beruntung bisa mempersembahkan Misa di biara ini, sebuah kesempatan langka. (foto 5)

Kami meneruskan perjalanan menuju kota Barcelona yang sangat terkenal dengan pemain sepak bola Ronaldo dan club Barca. Di sini kami mengunjungi gereja besar atau basilika yang sangat terkenal hasil rancangan arsitek kontemporer, Gaudi. Seluruh sudut gereja dirancang sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian yang sama. Gereja yang disebut Basilika Sagrada Familia ini merupakan gereja yang paling indah dan rumit yang pembangunannya dimulai pada tahun 1882 dan hingga sekarang belum selesai. (foto 6)

Selamat tinggal Barcelona!

 

Paling Terkenal di Dunia

Salah satu sudut Gereja Basilika Segrada Familia, Barcelona
Salah satu sudut Gereja Basilika Segrada Familia, Barcelona

Selanjutnya, kami menuju Lourdes di Perancis yang merupakan tempat penampakan Bunda Maria yang paling terkenal di dunia, walaupun disebut bukan yang terbaik. Penampakan Bunda Maria terbaik sebenarnya adalah di Guadalupe, Meksiko. Disebut terbaik karena banyak mukjizat terjadi selama penampakan Bunda Maria. Lourdes menempati posisi nomor dua dan Fatima nomor tiga.

Di Lourdes, Bunda Maria menampakkan diri sebanyak 18 x kepada St. Bernadette pada tahun 1858. Suasana sakral sangat terasa begitu kami memasuki kota Lourdes, dengan deretan toko-toko yang menjual benda-benda rohani serta para biarawati dan relawan yang lalu-lalang di sekitarnya. (foto 7)

Kota Avila, Spanyol dari kejauhan
Kota Avila, Spanyol dari kejauhan

Dengan suhu yang cukup dingin, esoknya kami harus bangun pada pukul 05.00 untuk mengikuti Misa di Grotto atau gua Maria yang dipimpin oleh Romo Irwanto Pr berkonselebrasi dengan sepuluh pastor dari Polandia dan India. Seusai Misa, kami melanjutkan dengan ritual mandi air suci yang telah banyak membawa mukjizat kesembuhan. Waktu telah menunjukkan pukul sepuluh pagi, dan kami langsung melakukan Jalan Salib yang panjang di Bukit Kalvari, Lourdes. Meski hujan rintik sepanjang Jalan Salib, kami berhasil melampauinya dan sungguh Tuhan telah menguatkan kami semua. (foto 8)

Ziarah 08 - Lucas Wibowo - ft09 - Basilika Fatima, Portugal
Basilika Fatima, Portugal

Kami melanjutkan ziarah dengan Adorasi Sakramen Mahakudus di Basilika Utama selama lebih kurang satu jam. Waktu yang tersisa digunakan untuk berbelanja benda-benda rohani dan beristirahat pada sore hari. Malam hari kami bersiap mengikuti prosesi lilin yang sungguh mempesona dengan mengarak Bunda Maria selama lebih kurang dua jam. Rombongan kami menjadi perwakilan untuk berdoa rosario dan menyanyikan lagu “Ave Maria” versi bahasa Indonesia.

Sebelum mengakhiri peziarahan di Lourdes, kami masih sempat mengikuti Misa pagi di sebuah kapel pada hari berikutnya. Lourdes telah membawa banyak rahmat dan berkat bagi kami semua. (foto 9)

 

Peristirahatan Terakhir St. Bernadette

Suasana pusat kota Bruge letaknya tidak jauh dari kampung halaman Pater Gilbert
Suasana pusat kota Bruge letaknya tidak jauh dari kampung halaman Pater Gilbert

Perjalanan selanjutnya menuju kota Nevers yang ditempuh sekitar sepuluh jam dengan bus. Kota ini juga menyimpan sejarah karena menjadi tempat peristirahatan terakhir St. Bernadette. Jenazahnya disimpan di dalam gereja Biara St. Gildard. Untuk kepentingan penobatannya sebagai Santa, makam Bernadette sempat dibongkar tiga kali untuk penyelidikan. Beberapa bagian tubuhnya diambil untuk dijadikan relikwi bagi gereja-gereja di Roma, Paris, dan banyak tempat lainnya. Kami mengikuti Misa di dalam gereja tempat jenazah St. Bernadette disimpan. Selesai Misa, kami mendapat undangan jamuan makan malam dari para biarawati setempat. (foto 10)

Gereja tempat darah suci holyblood dari Yesus disimpan, Brugge Belgia
Gereja tempat darah suci holyblood dari Yesus disimpan, Brugge Belgia

Tanpa terasa, sudah sepuluh hari kami melakukan perjalanan ziarah. Masih ada beberapa tempat lain yang akan kami kunjungi di antaranya kota Interlaken, Swiss. Walaupun di sini rekreasi, tetapi kami tetap mengikuti perayaan Ekarisiti di hotel. Negara Swiss yang terkenal dengan Pegunungan Alpen dan salju abadi ini telah memberikan penyegaran rohani dan jasmani kepada kami agar tetap segar meneruskan perziarahan. (foto 11)

Ziarah 08 - Lucas Wibowo - ft12Kota selanjutnya yang kami tuju adalah Paris, sebuah kota megapolitan yang sangat sibuk, pusat mode dan seni dunia. Menara Eiffel sebagai ikon kota Paris, yang pertama kami tuju. Kami juga mengunjungi Kapel Bunda Maria dari Medali Wasiat, tempat jenazah Santa Catharina Laboure disemayamkan. Bunda Maria menampakkan diri kepada Suster Catharina pada 18-19 Juli 1830. Lalu-lintas kota Paris yang padat menghambat perjalanan kami. Akibatnya, beberapa tempat yang menjadi landmark kota tidak dapat kami kunjungi, seperti Museum Louvre, Arc de Triomph, Place de la Concorde, dan Les Invalides. (foto 12)

Bagian terakhir dari perjalanan kami adalah mengunjungi kota Amsterdam. Dalam perjalanan, kami singgah di kota Brugge, Belgia yang hanya berjarak 5 km dari kediaman Pater Gilbert di Ostkampt. Di sini kami mengunjungi Katedral St. Salvator dan Kapel Holy Blood of Jesus. Kami berdoa dan meraba tabung yang dipercaya berisi darah Yesus. Kota Brugge begitu cantik dengan arsitektur abad pertengahan yang dijaga sehingga menjadi salah satu tujuan wisata negara Belgia.

Di depan lukisan Bunda Segala Bangsa, Amsterdam
Di depan lukisan Bunda Segala Bangsa, Amsterdam

Di kota Amsterdam, kami mengunjungi Gereja Bunda Segala Bangsa yang didirikan oleh Suster Ida Peerderman. Bunda Maria menampakkan dirinya secara visioner kepada Ida Peerderman ketika usianya 12 tahun. Ida melukiskan Bunda Maria dengan salib dan menginjak bumi; yang mengajak kita untuk lebih peduli terhadap keadaan dunia yang sedang merosot, dunia akan tertimpa bencana, dunia sedang dihancurkan, peperangan akan terus terjadi selama tidak ada pertolongan dari Roh Sejati. Kami mengikuti Ekaristi di kapel ini dan mendapat indulgensi penuh dari Romo Irwanto karena kami telah memenuhi tiga syarat yaitu: pertama, mengunjungi minimal dua dari tiga tempat suci penampakan Bunda Maria terbaik di dunia. Kedua, mengikuti Misa atau ibadat setiap hari. Dan ketiga, mengaku dosa. (foto 13)

“Bawalah manusia kembali kepada Salib. Allah menunjukkan jalan kepada kita menuju damai sejati melalui Maria, Bunda Segala Bangsa”.

 

Lucas Wibowo

 

 

4 COMMENTS

  1. Saya mau tanya, apakah ada ziarah Lourdes, Fatima, Roma yang berangkat dari Jkt nya sekitar tanggal 24 September? Mohon dibantu. Terima kasih.

    • Dear Ibu Miranda
      Untuk September 2016 Hope Travel memberikan layanan ziarah bu, yaitu tanggal 26 September 2016.
      Bila ibu berminat untuk bergabung bersama kami bisa hubungi saya (Albert) 085701413463 dari Hope Travel.
      Terima kasih. Tuhan memberkati.

  2. Dear Bpk Lucas,
    That’s a very inspiring story. Kapan diadakan lagi perjalanan ziarah seperti ini? Apakah orang luar lingkungan boleh ikut?
    Terimakasih. Tuhan Memberkati

    • Terima kasih bu Irene atas replynya, sebetulnya ini kita utamakan utk umat lingkungan dulu tapi tidak menutup kemungkinan umat diluar lingkungan ikut apabila jumlah pesertanya masih belum cukup.

LEAVE A REPLY