Santo Thomas Rasul: Keraguan Pengungkap Rahasia Tritunggal

0
1095

Orang mengingatnya sebagai salah satu murid yang tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit. Ialah Thomas, murid Yesus yang memiliki sifat manusia paling menonjol. Tidak akan percaya jika tidak melihat. Kalau sekarang bahasa kerennya No Pic means Hoax.

Ia seorang nelayan pembantu, tidak memiliki kapal seperti Petrus dan Andreas. Hidupnya hampir selalu serba kurang. Hal inilah yang membuatnya bersikap selalu berhat-hati, pesimis, dan cepat menyangka akan terjadi hal yang buruk. Tetapi Thomas dikenal sebagai orang yang pemberani.

Di dalam alkitab pun, ia jarang disebut namanya. Tetapi ia hadir dan merupakan orang yang mengambil sikap pertama kali ketika Yesus mau kembali ke Yudea untuk membangkitkan Lazarus. Padahal, sebelumnya Yesus nyaris dilempari batu di sana. Ya, Thomas siap mati menemani Yesus jika terjadi sesuatu di sana.

Dengan kejujuran, keluguan dan tidak malu-malu menyatakan ketidaktahuannya, pada perjamuan terakhir pun Thomas bertanya mengenai pesan Yesus yang akan pergi meninggalkan mereka. Keraguan Thomas mengundang Yesus untuk mengungkap rahasia Tritunggal yang mendalam pada perjamuan terakhir. “Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tak seorang pun datang kepada Bapa tanpa melalui Aku. Kalau kamu mengenal Aku, kamu juga mengenal BapaKu,” ujar Yesus kala itu.

Dalam injil Yohanes 20:24-29 dikisahkan bahwa keraguan Thomas pun tampak jelas ketika berita Yesus menampakan diri dan bangkit. “Sebelum aku melihat bekas paku pada TanganNya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam lambungNya, sekali-kali aku tidak akan percaya!” kata Thomas dengan berani.

Kita diajarkan Thomas untuk memandang sisi kemanusiaan Yesus dan mengimani ke-Allah-an Yesus. Ketika menjamah luka Yesus, Thomas berseru dengan gembira bercampur penyesalan mendalam “Ya Tuhanku dan Allahku!”

Dan percakapan dengan Yesus masih sangat sering kita dengar. “Karena kau telah meliha Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Tidak ada peninggalan karya kerasulan Thomas. Sepucuk surat pun tidak ada. Tetapi menurut Santo Ambrosius dan Hieronimus, ia menyebarkan kabar gembira ke arah timur mengikuti jalan para pedagang, yaitu Sirya, Armenia, Persia, dan India.

Thomas menerima mahkota kemartirannya di kota Malaipur. Ia mati ditusuk tombak, dan relikiunya masih tetap ada sewaktu makamnya dibuka kembali pada tahun 1523. (Nila Pinzie)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY