Pertumbuhan Iman Anak dalam Keluarga

0
830
Ilustrasi: sfexaminer.com

Kis 2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir demikianlah firman Allah bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.

 

SAYA sangat bersyukur karena ternyata sekarang ini banyak sekali orang yang mendapatkan karunia penglihatan. Hal ini membantu saya untuk bisa lebih membayangkan kehadiran suasana surga. Saya percaya Allah memberikan karunia ini karena sungguh mengasihi manusia dan ingin memenangkan sebanyak-banyaknya jiwa agar percaya kepada-Nya.

Tidak semua anak bisa duduk manis selama Misa berlangsung. Dibutuhkan kesabaran orangtua untuk terus-menerus mengingatkan anak agar diam dan tenang. Terkadang ada orangtua yang malah mengajak bercanda anaknya, atau memberikan snacks, memainkan handphone, Ipad, atau anak dibiarkan lari-lari, berteriak. Hal ini mengganggu kekhusyukan Misa. Sebaiknya dan sebisanya, janganlah dibiarkan demikian karena ini juga bagian dari mendidik anak.

Ingatkan bahwa ini adalah kunjungan ke Rumah Bapa Surgawi. Anak-anak harus bersikap sopan karena mereka juga ahli waris Kerajaan Surga. Ceritakanlah kepada anak-anak bagaimana para putri dan pangeran dididik di istana agar mereka memiliki sikap dan pembawaan yang sesuai.

Galatia 4:7 “Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak, jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.”

Anak-anak juga dapat diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan yang sudah disediakan oleh Gereja sesuai dengan usia mereka. Misalnya, sesudah Bina Iman Anak sampai kelas 3 SD, ada Persiapan Komuni Pertama pada usia kelas 4 – 6 SD, dilanjutkan dengan Bina Iman Remaja dan Mudika.

Sebelum anak menerima Komuni Pertama, selain mendapatkan pelajaran dari para katekis, orangtua juga harus ikut membantu menceritakan lebih banyak tentang Ekaristi. Bacakan buku tentang Mukjizat Ekaristi yang berisi tentang kesaksian-kesaksian ajaib Ekaristi. Dengan demikian, anak sungguh menghormati Hosti dan Anggur Kudus sebagai Tubuh dan Darah Tuhan Yesus sendiri. Alhasil, pada waktu mereka menerima Hosti dan/atau Anggur, mereka akan menerima dengan hormat dan cinta, merasakan persatuan dengan Tuhan Yesus sendiri. Ajarkanlah juga kepada mereka untuk berdoa dengan tenang dan hormat selama Hosti berada dalam mulut mereka; bukan hanya doa cepat-cepat. Sebaiknya juga diajarkan untuk menerima Hosti langsung dengan mulut, kalau memungkinkan dengan berlutut, karena ini merupakan sikap yang lebih hormat.

Tidak selamanya anak-anak berada bersama kita. Misalnya, pada waktu mereka meneruskan studi ke luar kota/negeri, kita tidak bertemu dengan mereka setiap hari. Kalau mereka berelasi dekat dengan Tuhan, mereka tahu ke mana mereka mendapatkan pertolongan pada waktu menghadapi masalah. Mereka akan menjadi pribadi yang tahan banting dan tidak mudah depresi.

Hilda Liem

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY