Saraf Terjepit

0
601

“OUCH! Sakit sekali! Ada apa ini? Mengapa tiba-tiba pinggangku terasa nyeri sekali?”

Pernahkah Anda mengalami kejadian seperti itu? Bisa jadi nyeri yang timbul tiba-tiba disebabkan oleh saraf yang terjepit.

Jadi, apakah saraf terjepit itu? Istilah saraf terjepit sudah seringkali kita dengar. Tidak jarang juga banyak masyarakat kita yang berobat gonta-ganti dokter atau keluar negeri hanya untuk mencari solusi atas masalah ini. Sebenarnya, istilah saraf terjepit merupakan istilah yang sering digunakan oleh orang awam. Dalam dunia medis, saraf terjepit disebut Hernia Nucleus Pulposus (HNP).

HNP atau saraf terjepit adalah pecahnya bantalan (diskus) yang berada di antara tulang belakang, sehingga terjadi penonjolan pada inti diskus. Penonjolan ini dapat menekan ke arah kanalis spinalis (rongga tempat serabut saraf berkumpul). Jadi, saraf yang ada di dalamnya dapat terjepit. Saraf yang terjepit akan menimbulkan rasa nyeri, kesemutan, dan kelemahan anggota gerak yang dipersarafi.

HNP dapat terjadi di punggung, pinggang, dan leher. HNP biasanya paling sering terjadi pada usia 30-50 tahun. Dapat juga terjadi pada usia muda tetapi biasanya sangat jarang. Jika terjadi pada usia muda biasanya ada kelainan pada tulang belakang atau ada kelainan diskus karena faktor genetik.

 

Fakto Risiko

Konsultasi Kesehatan 10 - Samantha - ft01Ada beberapa faktor yang berpotensi menyebabkan HNP, di antaranya adalah berat badan yang berlebihan, gaya hidup bermalas-malasan, riwayat trauma pada tulang belakang seperti kecelakaan, dan postur tubuh yang tidak diposisikan secara benar. Faktor lainnya adalah perubahan degeneratif yang mengurangi kekuatan dan stabilitas tulang belakang sehingga menyebabkan tulang belakang rentan terhadap cedera.

Faktor degeneratifnya ialah pertambahan usia. Semakin tua maka ketahanan diskus untuk menopang tulang belakang menjadi lemah sehinggga dapat menimbulkan pecahnya diskus dan menimbulkan saraf terjepit.

 

Manifestasi Klinik

Nyeri digambarkan sebagai nyeri yang tajam, berpangkal pada bagian bawah pinggang dan menjalar ke lipatan bokong tepat di pertengahan garis tersebut. Pada kasus yang lebih parah, dapat terjadi defisit motorik dan melemahnya refleks.

Diskus yang mengalami kerusakan dapat menekan ujung-ujung saraf yang ada di dalam sepanjang tulang belakang (di kauda equina) dan bisa menyebabkan sindrom kauda equina di mana terjadi saddle anasthesia sehingga menyebabkan nyeri kaki bilateral, hilangnya sensasi perianal (anus), paralisis kandung kemih, dan kelemahan sfingter ani. Sakit pinggang yang diderita pun akan semakin parah jika duduk, membungkuk, mengangkat beban, batuk, meregangkan badan, dan bergerak. Istirahat dan penggunaan analgetik akan menghilangkan sakit yang diderita.

Penegakan diagnosis pada pasien HNP dapat berupa anamnesis dan pemeriksaan fisik. Untuk pemeriksaan penunjang, dapat menggunakan x-ray anatomi tulang belakang. Temuan utama pada x-ray pasien dengan HNP adalah penipisan diskus. Selain itu, juga bisa dilakukan MRI standar emas jaringan lunak pada tulang belakang, seperti diskus intervertebralis, ligamen, sumsum tulang belakang, dan saraf spinal.

 

Terapi

Penerapan terapi pada pasien HNP dapat berupa konservatif: istirahat mutlak di tempat tidur, terapi farmakologis, fisioterapi, latihan, traksi, dan korset pinggang. Gunakan kasur khusus untuk ortopedik, yaitu kasur yang agak keras dan lurus. Penderita dilarang untuk tidur pada kasur busa. Kasur busa cenderung melekuk sehingga tidak baik untuk postur tulang belakang.

Penderita juga harus rutin dan teratur melakukan gerakan senam dari fisioterapis. Terapi operatif dilakukan jika ditemukan indikasi, antara lain terdapat sindrom kauda equine, mengalami defisit neurologis progresif, mengalami defisit neurologis yang nyata, dan rasa sakit yang menetap dan semakin parah empat sampai enam minggu setelah terapi konservatif.

Jika Anda mengalami kejadian seperti di atas, segera konsultasikan diri Anda ke dokter. Penanganan yang lebih cepat dapat meringankan derita Anda. Stay healthy! Happy healthy life!

Samantha

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY