Hadiah Natal Terindah

0
687

ELIZA, gadis kecil berparas cantik, dengan sepasang bola mata yang sangat indah. Anak tunggal dari keluarga berada ini selalu ramah dan tersenyum kepada semua orang. Usianya baru tujuh tahun. Ia duduk di kelas 2 SD Prima di sebuah kota besar. Mama dan papa Eliza sangat menyayanginya, demikian juga dengan orang-orang di sekitarnya; Mbak Nani yang selalu menemani Eliza, Pak Ujang yang merawat kebun bunga Mama maupun Pak Didi yang selalu siap mengantar Eliza ke sekolah maupun ke tempat-tempat kursus. Semuanya menyayangi Eliza yang selalu ceria dengan senyum dan tawanya. Di sekolah, Eliza juga mempunyai banyak teman. Salah satunya adalah Rita, yang menjadi teman sebangkunya sejak kelas 1SD.

Pada suatu hari menjelang Hari Natal… sepulang sekolah, seperti biasanya mama menyambut Eliza dengan cium dan pelukan, seraya berkata, ” Halo anak Mama yang manis… bagaimana pelajaran di sekolah hari ini?”

Tidak seperti biasanya, Eliza membalas pelukan mama sambil berkata lirih, ” Mama… kenapa Eliza tidak mempunyai kakak atau adik? Rita sahabat Eliza memiliki adik, lucu dan cantik, tadi datang ke sekolah. Kata Rita, usianya baru 3 tahun. Mama… teman-teman di sekolah menyebut Eliza anak tunggal, Eliza ingin mempunyai seorang adik seperti Rita, bisakah Ma?” Mama hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Eliza sambil membelai rambut Eliza dengan penuh kasih.

Waktu cepat bergulir, sebentar lagi Hari Natal akan tiba. Seperti tahun-tahun sebelumnya, papa, mama, dan Eliza dengan gembira bersama-sama memasang Pohon Natal di ruang keluarga. Sekali-sekali papa dan mama memeluk Eliza yang bernyanyi dan menari dengan riangnya di seputar Pohon Natal yang telah terpasang dengan indah.

Lampu warna-warni berkelap-kelip menerangi Pohon Natal yang dihiasi bola-bola kristal dan hiasan-hiasan lainnya, penuh dengan tebaran cahaya, ditambah dengan sebuah palungan yang diletakkan di sisi kanan Pohon Natal, sungguh membuat semua mata takjub memandangnya.

Pada waktu yang hampir bersamaan papa dan mama bertanya kepada Eliza, ” Sayang… doa apa yang ingin kau panjatkan kepada Yesus pada malam Natal nanti?”

“Mama dan Papa… Eliza terlebih dahulu akan mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Tuhan Yesus, kemudian Eliza akan berdoa agar Tuhan Yesus berkenan memberikan seorang adik buat Eliza, seperti adik yang dimiliki Rita, ” jawab Eliza dengan mata terpejam, seolah-olah sedang berdoa kepada Yesus dengan kedua tangan mungilnya yang terkatup di dadanya.

Mama dan papa terperangah dan terharu mendengar jawaban Eliza. Rupanya impian untuk memiliki seorang adik tidak pernah lepas dari pikiran Eliza. Selama ini impian itu disimpan terus di dalam hatinya.

Sampai malam Natal tiba… Eliza pergi ke gereja bersama-sama mama dan papa. Eliza mengikuti Misa Natal dan berdoa dengan khusyuk agar impiannya dikabulkan Yesus pada malam Natal ini. Eliza tidak memperhatikan papa dan mama saling berpegangan tangan mengucap Puji Syukur kepada Yesus atas segala kasih karunia-Nya kepada mereka, khususnya kepada Eliza, anak yang sangat mereka sayangi. Gadis kecil ini belum mengetahui jika doanya pada malam Natal ini telah dikabulkan oleh Tuhan Yesus. Eliza akan memiliki seorang adik. Minggu lalu, mama ditemani papanya pergi ke dokter kandungan. Ternyata, menurut dokter, mama tengah mengandung seorang adik bagi Eliza.  Betapa gembiranya hati mama dan papa mengetahui hal ini. Mereka akan memberitahukan kepada Eliza pada Hari Natal yang akan datang. Tak terbayangkan bagaimana luapan perasaan gembira akan dialami oleh Eliza.

Tak dapat dipungkiri, rancangan Tuhan selalu indah pada waktu-Nya. Eliza rajin berdoa karena itu Tuhan Yesus memberikan hadiah Natal yang terindah buat Eliza sebagai jawaban atas doa-doanya selama ini.

Merry Christmas, Eliza!”

Oleh Penny Susilo

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY