Rekreasi dan Bekerja

0
573

DI pengujung tahun 2015, suasana kantor mulai terasa sepi. Menurunnya aktivitas kerja disebabkan karena sebagian karyawan sudah mulai mengambil cuti dan liburan terkait Natal dan Tahun Baru.

Suatu hal yang menarik untuk kita bahas dan renungkan, khususnya para profesional kerja setelah berjuang sepanjang tahun ini. Masa yang penuh tantangan dan kesempatan telah dilalui dengan berbagai kesuksesan maupun beberapa area yang harus dikembangkan.

Kini, saatnya kita memasuki masa rekreasi yang berasal dari bahasa latin “re-creare” yang secara harafiah berarti “membuat ulang”. Pada umumnya pengertian tentang rekreasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk penyegaran kembali rohani dan jasmani seseorang. Kegiatan yang umum dilakukan untuk melakukan rekreasi adalah pariwisata, olah raga, permainan, dan hobi. Kegiatan rekreasi umumnya dilakukan pada akhir pekan, pada saat kantor tutup atau libur tiap Minggu. Banyak di antara kita berpandangan bahwa kegiatan rekreasi hanya untuk mengisi waktu senggang.

Apakah benar hanya untuk mengisi waktu senggang? Ya, mungkin ada benarnya, namun kegiatan rekreasi dapat dimaknai sebagai penggunaan berharga dari waktu luang. Rekreasi merupakan kegiatan seseorang sebagai suatu hal untuk memperbarui ulang kondisi fisik dan jiwa, sehingga rekreasi tidak berarti hanya membuang-buang waktu atau membunuh waktu.

Saya mempelajari beberapa perilaku rekan kerja dari negara maju. Setiap hari mereka bekerja optimal delapan jam dengan fokus penuh pada pekerjaannya. Namun, pada saatnya libur mereka benar-benar meninggalkan seluruh pekerjaannya. Pada akhir tahun biasanya mereka mengambil cuti dua minggu dan benar-benar meninggalkan seluruh pekerjaan, dan nanti saat mereka masuk kerja, mereka memulai pekerjaan dengan penuh konsentrasi dan semangat.

Namun, biasanya kita masih membawa beban pekerjaan ke rumah setiap hari, bahkan pada akhir pekan, dan terlebih lagi pada saat libur panjang. Cara bekerja mereka perlu kita tiru dalam menyelesaikan setiap pekerjaan dengan penuh keseriusan dan mengambil waktu luang untuk rekreasi sehingga pada saat memulai hari baru dipenuhi dengan kreasi baru.

Kreasi dan inovasi baru biasanya muncul dan berkembang pada saat kita meninggalkan rutinitas sehari-hari. Berkumpul dengan keluarga dan teman-teman, berolah raga, dan berwisata dengan sepenuh hati tentu akan membawa kebahagiaan tersendiri. Banyak hal biasanya akan terjawab pada saat kita berekreasi.

Saya pernah mendapatkan salah satu karyawan yang hampir tidak pernah cuti dengan alasan tanggung jawab terhadap pekerjaaan. Benarkah? Belum tentu, dan biasanya akan menghasilkan sesuatu yang kontra produktif. Biasanya saya atur waktu cuti team supaya mereka tersegarkan untuk memulai pencapaian hasil kerja yang optimal. Pekerjaan selalu akan datang dan wajib kita selesaikan tentunya dengan optimal dan produktif.

Kebiasaan mengatur masa berhenti sejenak pun biasa dilakukan dengan menciptakan ruang kerja yang baik, seperti perkembangan dewasa ini dengan adanya coffee corner di kantor-kantor bahkan di beberapa gedung-gedung kantor berkembang cafe-cafe. Intinya, semua itu dilakukan sebagai sarana rekreasi, namun tetap perlu diingat bahwa waktu istirahat kerja hanya satu jam. Tentunya diusahakan tanpa harus melebihi waktu yang diberikan kepada kita.

Pada umumnya kita lupa waktu untuk sesuatu yang tidak berguna dan kewajiban kita sebagai pekerja. Mari kita rekreasi untuk memutar ulang semangat kerja kita menjadi produktif. Jadi, rekreasi dalam pengertian memutar ulang pun bisa kita lakukan tiap hari tentunya dengan disiplin maupun pada saat liburan panjang ini.

Rekreasi dan bekerja memiliki kaitan erat apabila kita semua memaknainya dengan tepat. Dengan rekreasi, kita disegarkan dan mempunyai spirit baru untuk melakukan sesuatu melebihi target pencapaian.

Sukses adalah hasil kreasi yang dilakukan dengan penuh kesungguhan dan semangat terus-menerus dalam pekerjaaan.

Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2016, selamat berlibur dan rekreasi untuk menyambut tantangan baru yang akan datang dalam pekerjaan kita. Mari kita memutar ulang kreasi kita untuk masa depan yang lebih baik. Lupakan setiap kegagalan dan kesuksesan yang lalu, mulailah dengan tekad baru untuk pencapaian karir pada tahun 2016.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY