Action in Silence ala Santo Yosef

0
799

SOSOKNYA mulai muncul pada awal mula kelahiran Yesus. Dialah, Yosef, seorang tukang kayu keturunan Raja Daud. Ia dipilih Allah dari semua pria yang ada di muka bumi ini untuk menjadi ayah Yesus.

Kisah Yosef bermula saat ia bertunangan dengan Maria. Pada saat itu Maria tengah mengandung sebelum Yosef menyentuhnya. Pada jaman itu masyarakat Yahudi menganggap bahwa pasangan yang bertunangan sudah dianggap menikah, tetapi belum boleh hidup bersama.

Dalam kondisi amat kebingungan, Yosef berniat untuk menceraikan Maria secara diam-diam. Berdasarkan Hukum Taurat, Maria akan dihukum rajam hingga tewas karena perzinahan (Kitab Ulangan 22). Tetapi sebelum niatnya terlaksana, malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Yosef dalam mimpi.

Malaikat itu mengatakan bahwa Maria mengandung dari Roh Kudus. Ia meminta Yosef untuk mengambil Maria sebagai istri sekaligus Yesus sebagai putranya sendiri. Tanpa ragu, Yosef melakukan perintah malaikat, menunaikan tugas kewajibannya dengan berani.

Hal ini dibuktikan ketika Yesus hilang dan ditemukan di Bait Allah. Yosef dengan murah hati mengesampingkan segala kepentingan dirinya sendiri demi kebaikan keluarganya. Selama menjadi ayah Yesus, Yosef mewariskan keahliannya sebagai pengrajin kayu kepada anaknya. Maka dari itu, Yesus dikenal sebagai anak tukang kayu.

Yosef adalah sosok yang setia dan tanpa ragu menaati perintah-perintah Tuhan. Ia menjadi seorang suami dan ayah yang setia, memberikan yang terbaik bagi keluarganya, dan menjadi teladan kebaikan bagi Yesus.

Kisah hidup Yosef berakhir singkat. Ia wafat sebelum Yesus memulai karya pewartaan-Nya di depan publik. Hal ini berdasarkan pada kisah pewartaan Yesus; Yosef tidak pernah muncul. Sementara ketika Yesus wafat di kayu salib, Ia menitipkan ibu-Nya kepada Yohanes.

Entah kapan diangkat menjadi seorang Santo, tetapi orang-orang kudus mengilhami Yosef sebagai Bapa Pelindung Kematian yang Bahagia dan Pelindung Para Pekerja. Gereja, melalui Paus Leo XIII, menulis bahwa Santo Yosef adalah pelindung, penyelenggara, pembela yang sah dalam rumah tangga ilahi yang dipimpinnya.

Sosok Santo Yosef dilukiskan memegang setangkai bunga bakung, lambang kemurnian. Beberapa lukisan menggambarkan ia sedang menggendong Yesus.

Nila Pinzie, dari berbagai sumber

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY