Mengapa Puasa Katolik Lebih Ringan?

0
954

Pertanyaan
Menjelang Hari Raya Paskah, kita memasuki Masa Puasa. Apakah maksud dan tujuan Gereja Katolik mewajibkan umat untuk berpuasa dan berpantang?

Kemudian kalau dibandingkan dengan umat agama lain, puasa kita jauh lebih ringan. Bagaimana penjelasannya?

 

Jawaban RD F.X. Suherman:

Puasa dan pantang Prapaskah dalam Gereja Katolik memiliki arti yang lebih luas, yaitu mengajak kita umatnya untuk mempersiapkan diri menghadapi Hari Raya Paskah dengan membangun kehidupan rohani atau iman kita.  Kita diharapkan makin mengenal dan makin dekat dengan Tuhan,  makin bisa menyelami misteri sengsara Putra-Nya, Yesus Kristus. Secara harafiah, puasa  berarti tidak makan dan minum. Tetapi, sebenarnya olah rohani lebih penting daripada tidak makan atau minum. Melakukan olah rohani, contohnya menyempatkan berdoa lima belas menit tiap hari selama Masa Prapaskah, mengikuti jalan salib, lebih bersabar dalam tindakan kita, mau berkorban untuk orang lain.

Bagi saya, pantang lebih berat daripada puasa. Pantang berarti kita mengurangi apa yang kita senangi, kita melakukan mati raga, sehingga makin kuat iman kita. Jangan pantang yang kita tidak suka, misalnya saya tidak merokok ya tidak usah pantang merokok. Saya tidak suka makan daging, tidak ada artinya kalau saya pantang makan daging. Tapi, karena saya suka sekali makan dengan sambal, pantang sambal akan sangat terasa, malahan saya bisa puasa sekalian tidak makan karena itu.  Banyak pilihan pantang yang bisa kita lakukan. Pantang juga berarti kita mengubah sikap dan perilaku kita kepada orang lain. Sikap dan karakter kita harus menjadi lebih baik.

Memang kelihatannya aturan puasa dan pantang yang diwajibkan Gereja Katolik sangat ringan. Gereja Katolik hanya memberikan aturan yang paling ringan atau minimalnya. Aturan sudah ringan, itupun banyak umat yang tidak melaksanakan dengan taat. Sebenarnya, umat diharapkan menentukan sendiri apa yang mau dilakukan selama Masa Prapaskah untuk membangun hidup rohaninya masing-masing. Puasa yang benar akan membangun pribadi kita menjadi lebih baik. Tapi, selain untuk pribadi kita sendiri, puasa ini juga harus mempunyai efek sosial pada orang lain. Kita harus melakukan amal kepada orang lain.

Efek sosial salah satunya sebagai berikut, misalnya kita sekali makan nilainya duapuluh lima ribu rupiah. Dengan kita puasa, uang yang kita hemat bisa kita berikan kepada orang lain yang kekurangan. Kita juga bisa mendermakan kelebihan dari apa yang kita miliki untuk orang lain.

Dana dari penghematan karena kekurangnikmatan kita ataupun buah-buah mati raga kita, bisa kita sumbangkan ke orang lain melalui kotak APP.

Jadi, makna puasa dan pantang Prapaskah diharapkan mengubah sikap dan karakter kita sebagai umat Allah menjadi lebih baik lagi. Dengan persiapan yang baik, kita bisa lebih menyelami kisah sengsara Yesus Kristus dan dengan lebih sukacita bersama orang-orang lain yang kita kasihi merayakan kebesaran Tuhan pada Hari Raya Paskah.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY