Mengelola Konflik dalam Kelompok

0
450

KONFLIK merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan. Bahkan sepanjang kehidupan, manusia senantiasa dihadapkan dan bergelut dengan konflik. Demikian halnya dengan kehidupan dalam kelompok. Anggota kelompok senantiasa dihadapkan pada konflik.

Pandangan tentang konflik

Ada tiga pandangan yang berbeda tentang konflik. Pandangan yang pertama tentang konflik, dikatakan bahwa konflik harus dihindari karena menunjukkan adanya masalah di dalam kelompok tersebut. Pandangan ini dikenal dengan pandangan tradisional.

Pandangan kedua adalah pandangan hubungan manusiawi, yaitu konflik adalah hasil alami dan tidak dapat dihindarkan dalam setiap kelompok dan konflik itu tidak selalu negatif, melainkan bisa berpotensi menjadi kekuatan positif yang luar biasa dalam mencapai kinerja kelompok.

Pandangan ketiga tentang konflik adalah pandangan interaksionis, yang mengatakan bahwa konflik itu bukan hanya dapat menjadi kekuatan positif dalam kelompok, melainkan juga mutlak perlu bagi keefektifan dan pencapaian kinerja kerja kelompok.

Kategori Konflik

Ada dua kategori tentang konflik. Yang pertama adalah Konflik fungsional yaitu konflik yang sifatnya konstruktif, yakni konflik yang mendukung sasaran kelompok kerja dan memperbaiki kinerja kelompok tersebut. Akibat dari konflik fungsional ini antara lain membuat kelompok bertambah semangat dan harmonis, memunculkan keputusan yang bersifat inovatif, berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan, mudah melakukan adaptasi, dsb.

Yang kedua adalah konflik disfungsional, yaitu konflik yang bersifat destruktif, konflik yang menghambat kelompok untuk mencapai sasaran. Akibat dari konflik disfungsional ini antara lain dapat menghambat komunikasi, mengganggu keeratan hubungan, mengganggu kerjasama, mengganggu konsentrasi, menimbulkan kecemasan, dsb.

Penyebab Konflik

Dari faktor manusia antara lain:  ditimbulkan oleh atasan, personil yang kaku dan individual egois, fanatik, temperamental, dan otoriter. Juga organisasi antara lain: persaingan dalam menggunakan sumber daya, perbedaan tujuan, saling ketergantungan tugas, perbedaan nilai dan persepsi, hambatan komunikasi baik berupa perencanaan, koordinasi, pengawasan, dan kepemimpinan.

Konflik dan Kinerja Kelompok

Bila dalam suatu kelompok tingkat konfliknya rendah atau bahkan tidak ada, apabila muncul konflik maka konflik tersebut akan menjadi konflik disfungsional yang berakibat internal kelompok menjadi apatis, stagnan, tidak tanggap terhadap perubahan, dan kurang mempunyai ide-ide baru yang kesemuanya itu akan berakibat kinerja kelompok menjadi rendah. Bila konflik dikelola secara optimal, tidak rendah tetapi juga tidak tinggi, maka muncul konflik fungsional di mana internal kelompok akan bersemangat, mengkritik diri sendiri, inovatif, dan ini berakibat kinerja kelompok menjadi tinggi.

Bilamana tingkat konfliknya tinggi, maka muncullah konflik disfungsional di mana internal kelompok dapat mengacau, tidak dapat bekerjasama, egois, dan akhirnya berakibat kinerja kelompok menjadi rendah.

Teknik Mengelola Konflik

Mengelola konflik atau mengatasi dan menyelesaikan konflik bukanlah hal sederhana. Mengatasi konflik tergantung pada kesediaan masing masing pihak yang berkonflik untuk saling terbuka guna dapat menyelesaikan konflik tersebut, juga tergantung pada berat ringannya bobot atau tingkat konflik tersebut, serta campur tangan pihak ketiga untuk berusaha mengatasi konflik yang muncul.

Jika tingkat konfliknya terlalu tinggi maka dapat memilih satu dari lima pilihan penyelesaian konflik: penghindaran, pengakomodasian, pemaksaan, pengkompromian, dan kerjasama/kolaborasi.

Pada hakikatnya tidak ada pilihan ideal untuk setiap situasi. Pendekatan mana yang akan digunakan tergantung pada keinginan para pihak untuk mau membangun kerjasama.

Winata Setiawan

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY