Santo Yohanes Pembaptis

0
788

Perintis Jalan Yesus

IA dilahirkan untuk menyiapkan umat Israel menyambut kedatangan Mesias. Ia adalah garis pembatas antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ialah yang memberikan pengertian akan keselamatan berdasarkan pengampunan dosa-dosa bangsa Israel. Ialah Yohanes Pembaptis, seorang pria yang tegas dan sederhana.

Orang tuanya, Zakaria dan Elisabeth, merupakan bagian dari Perjanjian Lama. Namun, di dalam rahim ibunya, ia melonjak kegirangan mewartakan Kristus. Kala itu, ayahnya menjadi bisu dan menuliskan pujian untuk anaknya. “Dan Engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka” (Luk 1: 76-79).

Ia mulai berkarya pada usia 30 tahun. Dengan jubah bulu unta, ikat pinggang kulit, ia hidup di padang gurun Yudea. Di sanalah ia mendapat panggilan menjadi nabi. Lalu, ia menjadi pengkhotbah yang sangat berani menyuarakan berita pertobatan dan pengampunan dosa kepada banyak orang. Ia sering berkhotbah di tepi Sungai Yordan.

“Bertobatlah kerajaan Allah sudah dekat!” serunya. Sejak saat itu, banyak orang mengaku dosa dan bersedia dibaptis olehnya. Dari sinilah ia diberi gelar Pembaptis karena pekerjaannya membaptis orang-orang Israel untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus.

Yohanes sempat menolak membaptis Yesus, karena ia merasa Yesuslah yang harus membaptisnya. “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku.” Lalu, kata-Nya kepadanya, “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah” (Mat 3:14-15).

Pengikut dan murid Yohanes sangatlah banyak. Sampai Yesus pun juga mengambil beberapa murid darinya. Karyanya sejalan dengan Yesus. Tetapi, ia dipenjarakan karena mengecam pernikahan Raja Herodes Antipas dengan Herodias, istri saudara sepupunya. Saat perjamuan, Herodes sangat terpukau dengan tarian Salome, putri Herodias, dan berjanji akan memberi apa saja yang diminta. Gadis ini bertanya kepada ibunya. Lalu, ibunya meminta untuk memenggal kepala Yohanes.

Atas teladan dan karya yang dilakukan olehnya, Gereja selalu merayakan hari kelahiran Yohanes setiap 24 Juni.

Nila Pinzie, dari berbagai sumber

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY