Apakah Harus Bercerai?

0
794
Just married couple, holding hands and walking in nature

Dear Redaksi Konsultasi Keluarga Merasul.

Saya, Belaria, istri yang sudah menikah selama lima tahun. Dalam perjalanan berkeluarga, kami sempat beberapa tahun belum mempunyai anak. Pada tahun keempat kami baru dikaruniai anak. Saat ini, anak kami sudah berumur satu tahun. Rupanya dalam kurun waktu empat tahun tersebut, suami saya telah berselingkuh. Saya baru mengetahuinya setelah anak dalam kandungan saya berusia lima bulan. Kami bertengkar hebat dan sering ribut. Yang membuat saya bingung justru suami yang minta cerai. Apa yang harus saya perbuat? Bertahan atau menyetujui perceraian?

Belaria

 

Saudara Belaria yang terkasih, perkenankan kami mengucapkan selamat akhirnya kalian memperoleh berkat dengan kehadiran seorang anak yang telah kalian tunggu-tunggu. Kami membayangkan, pasti dalam kurun waktu empat tahun kalian penuh harap dan penuh tanda Tanya; apakah Tuhan akan memberikan anak kepada kalian? Atau mungkin, ada yang mulai menyalahkan satu terhadap lainnya, akan kekurangan pasangan dengan berpikir pasangan saya mandul.

Saat itulah godaan sering datang, bila kalian mulai tidak percaya dengan pasangan dan tidak berpegangan lagi dengan tangan Tuhan.

Setan begitu pintar menggoda dan menampilkan hal-hal yang menggiurkan, apalagi pada lima tahun awal kehidupan perkawinan kalian. Apa yang terjadi dengan suami Anda memang menjadi pukulan hati dan perasaan Anda. Namun, apa yang Anda sampaikan bahwa suami justru menyatakan keinginannya cerai dari Anda. Apa yang terjadi? Mungkin seharusnya, Anda yang sudah dikhianati dan disakiti dan sudah tidak tahan lagi, yang mengajukan cerai kepadanya.

Anda sendiri justru bertanya-tanya terhadap keinginannya.

Kami menangkap pertanyaan Anda ingin mempertahankan kehidupan perkawinan dan keluarga kalian. Kami mendukung Anda untuk tidak bercerai dengan dasar ada pertobatan danpengampunan. Suami Anda pasti merasa bersalah dan merasa kalah dalam menjaga kesetiaan terhadap Anda. Maka, dengan mudah ia mau minta cerai.

Tetaplah berdialog dengan suami untuk menyadari kesalahannya dan terimalah dia dengan pengampunan, serta pergunakan sarana gereja, yaitu Sakramen Pengampunan Dosa.

Terimalah dia dengan tangan terbuka dan tebarkan samudera pengampuan yang sangat luas baginya. Tuhan  Maha Pengampun.

Suami bisa dan mau bertobat, Anda menerima dia dan mengampuninya. Kalau Anda belum kuat, sertakan Tuhan untuk meringankan beban kalian. Contoh yang nyata, Yesus menerima Maria Magdalena yang dinilai sebagai orang yang berdosa. Bahkan Yesus menyuruh orang lain boleh melempar batu yang pertama kalau ia tidak berdosa. Anda pasti dikuatkan oleh Yesus untuk mengampuni suami dan mempertahankan perkawinan dan keutuhan rumah tangga kalian.

Coba kalian juga hadir bersama menghadap pastor yang telah memberkati perkawinan kalian, untuk mendapatkan peneguhan kembali. Semoga Tuhan memberkati. Bukan perceraian, melainkan persatuan abadi. Ingat pula pada janji perkawinan kalian.

Anton Burung Gereja

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY