#pahlawaninspiratif1 – Maria Doemeri

2
1229

Nama                                         : Maria Doemeri

Asal Paroki/Gereja                  : Paroki St. Gregorius

 

Paroki St. Gregorius Agung adalah sebuah Gereja di pinggiran Jakarta, tepatnya di Kutabumi, Tangerang, Banten. Sebelum menjadi Paroki, Gereja ini adalah Stasi di Paroki Santa Maria ( HSPMTB ). Berada di daerah yang mayoritas penduduknya bukan Kristiani tentu butuh perjuangan sampai akhirnya menjadi Paroki pada 3 September 2012.

Beberapa tokoh perintis Gereja ini ada banyak sekali. Selain peran almarhum Romo Binzler Siegfried Wilhelm ( Romo Bin ) dan umat lainnya, ada salah satu Ibu, umat Gregorius Agung yang menjadi saksi sejarah perjalanan Gereja. Beliau adalah Ibu Maria Doemeri.

Selasa, 8 November 2016, Tim Komsos Gregorius menemui Beliau di kediaman anaknya yang sekarang menjadi tempat tinggalnya. Hal ini dilakukan selain karena ingin mendengar sendiri cerita pelayanan Beliau, juga untuk memastikan bahwa Beliau memang layak kami sertakan sebagai pahlawan inspiratif kami.

pahlawaninspiratif1-doemeri-paroki-st-gergorius-agung-kuta-bumi-ft02Cerita Beliau, “ Awalnya, kita dulu ibadat, misa nebeng di gedung TK Maria Mediatrik. Karena umat sudah mulai banyak ( 19 / 20 KK ), Romo Bin menyarankan untuk membentuk lingkungan. Maka rapat pertama di rumah saya dan terpilih Pak YB Sutardi sebagai Ketua Lingkungan Bernadus. Rumah kosong disebelah saya dijadikan tempat kegiatan seperti latihan koor.”

Beliau juga ikut merintis sekolah Katolik Maria Mediatrik bersama Suster MM. Selain bertugas sebagai TU juga mengajar ketrampilan atau mengajar apa saja karena keterbatasan guru saat itu.

Tangerang sebagai kota industri memungkinkan para pendatang untuk mencari penghidupan. Akhirnya dipakailah gedung serbaguna di perumahan Puri Agung. Gedung yang biasa dipakai untuk berbagai kegiatan olah raga. Tentu saja ada beberapa penolakan saat itu. Tapi umat terus berjuang mengembangkan stasi tersebut.

Bu Doemeri bertanggung jawab untuk sankristi. Dengan penuh cinta, Beliau sendiri yang menjahit, membuat taplak dan beberapa perlengkapannya. Bahkan untuk memastikan kebersihannya, Beliau sendiri yang mencucinya. Biar kinclong nyuci ala laundry pakai tepung kanji katanya.

Kerinduannya untuk melayani Tuhan tidak membuat kelima anaknya terbengkalai. Tokoh yang pernah berjualan gorengan di depan RSU Tangerang itu mengenang betapa hidup tidak mudah saat itu. Tapi Beliau dan keluarga tetap setia pada Yesus. Beliau juga perintis WKRI Gregorius bersama beberapa ibu lainnya. Selain aktif sebagai katekis, WK, seksi liturgi, tim panggilan dan juga pernah menjadi Pro Diakon.

Kami sempat bertanya bagaimana menularkan kepada anak-anak untuk juga aktif dalam pelayanan. Beliau menjawab bahwa anak-anak melihat sendiri, meniru, mereka tidak pernah disuruh untuk aktif. Bahkan ketika putra keempatnya bermaksud masuk seminari, Beliau mengetahuinya dari rekan anaknya. Kini, Beliau bersyukur bahwa salah satu anaknya Yustinus Ardianto, terpanggil untuk melayani Tuhan. Kini Romo Yus bertugas di Paroki Kalvari, Kalibata.

Dalam obrolan santai sore itu di rumahnya yang asri, Beliau sempat berucap, saya tidak ingat berapa banyak katekumen yang sudah saya ajarkan. Sebagai katekis bukan hal mudah. Kalau hanya belajar agama, kita hanya mentransfer ilmu. Sebagi Katekis, kita harus menguatkan iman mereka pada Kristus. Tapi berkat Yesus, Pahlawan saya, semakin banyak orang menerima Kristus sebagai Juru Selamat.

Dari kalimat itu saja, kita tahu betapa Beliau rendah hati. Percaya bahwa semua terjadi bukan karena dia tapi karena Tuhan.

Komsos Paroki Gregorius Agung mengajukan Ibu Doemeri sebagai pahlawan inspiratif kategori kepedulian sosial / kemanusiaan bukan saja karena umurnya yang sudah senior. Tapi karena Beliau menyatakan segala pelayanannya dengan pelayanan langsung yang dilakukannya. Dan tentu saja sebagai tim panggilan rupanya Beliau berhasil. Berhasil mendampingi sang putra menjadi Pastor sampai saat ini.

“ … there’s a hero if you look inside your heart …” penggalan sebuah lagu yang tentu kita kenal. Kami yakin kisahnya sebagai wanita yang bekerja, mencari tambahan penghasilan namun tetap aktif dalam pelayanan, anak-anaknya juga berhasil adalah gambaran wanita, ibu yang akan mampu memberi inspirasi. Seperti testimony beberapa orang yang mengenal Beliau. Salut!

 

2 COMMENTS

  1. Beliau wanita yg hebat Dan disiplin sudah sepantasnya Iadijadikann wanita inspiratif
    Perjuangan nya dalam keluarga sungguh hebat
    Bravo ibu……

  2. Beliau adalah sosok yg menjadi teladan …kerinduan untuk bisa melayani seperti Beliau adalah alasan saya untuk menvote Beliau.

LEAVE A REPLY