Melintasi Empat Pintu Suci

0
863
Kemegahan Gereja The Crypte Lourdes, Perancis

Oleh Lily Pratikno

 

PENULIS mendapat kesempatan untuk memasuki empat Pintu Suci (Holy Door) yang berada di Vatikan dan Roma Italia, juga berziarah ke Gua Maria Lourdes, Perancis dan Patung Black Madonna di Montserrat, Spanyol pada 9-22 Oktober 2016. Penyelenggara perjalanan adalah Galileo Travel.

 

Empat Pintu Suci

Hari pertama, Roma. Setelah melalui antrean imigrasi yang cukup panjang di kota Roma, 24 peziarah langsung diajak menikmati Colloseo, sisa-sisa bangunan megah pada jaman Kekaisaran Romawi. Dilanjutkan mengunjungi Gereja Scala Sancta.  Peserta dapat berdoa sambil menaiki 28 anak tangga dengan berlutut.  Keajaiban terjadi; penulis yang menderita sakit lutut stadium 2B dapat menjalaninya dengan baik. Puji nama Tuhan. Setiba di anak tangga terakhir, terdapat gambar wajah Tuhan Yesus yang bukan dilukis oleh manusia.

Kemudian para peziarah mengunjungi Basilika Yohanes Lateran, Pintu Suci pertama yang kami lalui. Sebelum memasuki pintu suci, Romo Rofandi Tjahja OP memimpin doa khusus Tahun Kerahiman. Ziarah hari pertama ditutup dengan makan malam bersama.

Basilika St. Petrus
Basilika St. Petrus

Hari kedua, Vatikan. Dimulai pada pukul 08.45. Dengan mengenakan seragam berupa rompi dan syal, peserta diajak mengunjungi Basilika Santo Petrus.  Rombongan mengikuti Prosesi Salib dari titik awal. Karena banyak sekali rombongan dari berbagai negara yang mengikuti prosesi ini, maka peserta harus bersabar menunggu giliran untuk masuk Pintu Suci. Pemeriksaan keamanan sangat ketat. Tidak ada kesempatan untuk berfoto di depan Pintu Suci. Beruntung ketika menunggu giliran masuk, rombongan dapat berfoto bersama di depan basilika. Sebelum memasuki Pintu Suci kedua, kembali Romo memimpin doa bersama.

Setelah acara bebas, rombongan mendapat kesempatan berkeliling basilika, termasuk ke tempat di mana jenazah para Paus diletakkan sampai ke daerah private, rumah di mana Paus tinggal.

Ziarah dilanjutkan dengan mengunjungi Basilika Santo Paulus yang berada diluar tembok Vatikan.  Romo memimpin doa bersama sebelum memasuki Pintu Suci ketiga. Di dalam basilika terdapat 266 foto Paus yang sudah bertugas dan masih disediakan beberapa tempat untuk Paus yang akan bertugas. Total terdapat 272 pigura.

Basilika St. Paulus
Basilika St. Paulus

Pintu Suci keempat adalah Basilika Maria Maggiore. Sementara hujan, rombongan memasuki basilika. Romo kembali memimpin doa bersama sebelum memasuki Pintu Suci. Pembuatan basilika ini mempunyai sejarah tersendiri.  Ada sepasang pasutri kaya yang tidak mempunyai keturunan akan menyumbangkan tanah untuk Gereja. Namun, mereka tidak tahu harus dibangun di mana.  Suatu hari, sang suami bermimpi akan ditunjukkan tempat yang tepat oleh Bunda Maria.  Waktu itu tanggal 4 Agustus, bapak itu dituntun ke suatu tempat di mana turun salju.  Mukjizat terjadi. Bagaimana mungkin salju dapat turun di musim panas dan hanya terjadi di lokasi tersebut.

Peserta dihimbau untuk mengaku dosa sebelum memasuki Pintu Suci, sehingga rombongan dapat merasakan karunia pengampunan (indulgensi) dari Kerahiman Allah yang luar biasa. Allah Mahakasih dan kasih Allah hendaknya dapat disalurkan kepada sesama, sehingga para peziarah dapat bersama-sama memasuki kerajaan Surga. Amin!

Hari ketiga, Siena. Dengan bus, rombongan menuju kota Siena.  Perjalanan tiga setengah jam terbayar dengan keindahan kota Siena.  Dipandu oleh guide lokal, peserta diajak berkeliling dengan berjalan kaki dan mengunjungi Gereja Santa Catharina dari Siena.  Santa Catharina adalah seorang gadis dari keluarga kaya. Ketika dijodohkan oleh orang tuanya, ia menolak dan memotong rambut panjangnya yang indah. Ia juga hidup bermati raga. Misa kudus dilakukan di Gereja San Domenico, Siena. Rombongan diantar ke hotel untuk makan malam dan beristirahat di Viareggio.

Hari keempat, Cinque Terre  (CT) yang merupakan situs peninggalan dunia. Cinque berarti lima dan Terre berarti desa. Guide lokal mengajak rombongan menikmati keindahan empat dari lima desa di CT.  Karya agung Tuhan yang sungguh fantastik. Mulai dari desa ke lima sampai ke satu, Monterosso, Vernazza, Corniglia (karena terlalu curam tidak dikunjungi), Manarola, dan Riomaggiore. Di Desa Vernazza, rombongan menikmati santap siang berupa makanan laut yang lezat dengan pemandangan Laut Mediterania.  Ditutup dengan Misa di Gereja San Giovanni Battista, Riomaggiore. Setelah makan malam di La Spezia, rombongan kembali ke hotel di Viareggio.

Hari kelima, Bologna. Kota ini merupakan kota penting bagi Ordo Pengkotbah (Ordo of Preacher).  Di kota ini terdapat Basilica of San Dominico; yang di dalamnya terdapat makam Santo Dominikus.  Di sini rombongan mengikuti Misa.

Hari keenam, Nice, Perancis.  Dalam perjalanan menuju Nice, terlihat negara terkecil kedua setelah Vatikan, yakni Monaco, dengan luas dua km2. Setibanya di kota Nice, rombongan menuju Gereja Notre Dame de I’Assomption, Nice untuk mengikuti Misa.  Setelah Misa, rombongan mempunyai sedikit waktu untuk mengeksplor kota Nice sebelum diantar makan malam dan istirahat di hotel.

Hari ketujuh, Cite de Carcassonne. Pagi hari rombongan diajak menikmati indahnya pantai kota Nice. Perjalanan satu setengah jam mengunjungi pabrik parfume Galimard, di kota Grasse. Dilanjutkan dua jam perjalanan untuk makan siang di kota Marseilles. Rombongan juga mengunjungi biara atau komunitas pertama kaum awam wanita yang dibentuk oleh Santo Dominikus de Guzman bernama Monastere St. Marie de Prouille. Pada awalnya tugas kaum awam wanita (clouister nuns) ini adalah mendoakan para pastor dalam melaksanakan misi Tuhan. Rombongan mengikuti Misa di Gereja Notre Dame du Rosaire, Fanjeaux. Gereja ini masih dalam keadaan rusak dan sangat membutuhkan dana guna perbaikan. Terlihat dari luar bangunan gereja dirambati akar pohon yang sudah mati. Tiba di kota Carcassonne pada sore hari, peserta langsung diantar ke hotel untuk makan malam dan beristirahat. Hotel terletak di dalam benteng/kastil tua.

Hari kedelapan, Lourdes. Setelah santap pagi, guide lokal sudah menunggu; mengajak rombongan berorientasi mengelilingi Benteng Carcassonne yang didirikan pada abad pertengahan.  Setelah makan siang di dalam benteng, rombongan menuju Biara Dominicans Donoine d’Auriac.  Perjalanan panjang menuju Lourdes menanti.  Sore hari, para peziarah tiba di hotel untuk santap malam dan acara bebas. Penulis menggunakan kesempatan ini untuk berdoa di Gua Maria Groto dan mengambil air dari mata air yang diberikan Bunda Maria kepada Santa Bernadette (1844-1879). Bunda Maria menampakkan diri sebanyak 18 kali kepada St. Bernadette. Ia meninggal dunia dalam usia 35 tahun karena penyakit asma. Jenazahnya masih terlihat cantik dan sampai sekarang disimpan di dalam Biara St. Gildard, Nevers.

Patung di Gereja Montserrat
Patung di Gereja Montserrat

Hari kesembilan, Lourdes. Acara hari itu dimulai dengan Misa di Gereja The Crypte pada pukul 06.00. Setelah santap pagi, rombongan segera menuju tempat untuk mandi. Tempat mandi dibuat terpisah bagi kaum pria dan wanita. Bersyukur, para peserta ziarah  tiba lebih awal sehingga tidak perlu buang waktu dengan antrean panjang.  Waktu menunggu digunakan Penulis untuk doa rosario. Pukul 09.00 tepat, seorang bapak memimpin doa sebelum mandi. Di dalam bilik dapat masuk delapan orang sekaligus, guna persiapan mandi.  Seluruh pakaian ditanggalkan dan diberi kain penutup.  Sebelum mandi, diberi kesempatan untuk doa pribadi dan diakhiri dengan tanda salib agar petugas mengetahui bahwa doa telah selesai.  Setelah itu, kain akan dilepas dan diganti dengan handuk dan kemudian dicelup dalam kolam. Dingin terasa, namun ajaib sepertinya air langsung hilang dan badan terasa kering.  Dapat dirasakan kasih Bunda kepada anaknya yang mau datang kepada Yesus. Pukul 11.00, rombongan diajak melihat rumah Santa Bernadette semasa kecil (keluarga masih dalam keadaan mapan) dan masa remaja (keluarga sudah dalam keadaan bangkrut, tinggal di Le Cachot, bekas penjara). Setelah santap siang, rombongan mempunyai waktu bebas untuk doa pribadi di gua Maria dan berbelanja oleh-oleh.  Pada pukul 17.00 rombongan mengikuti Prosesi Sakramen Mahakudus di Gereja The Crypte.  Setelah makan malam, tepat pukul 21.00, rombongan mengikuti prosesi lilin. Patung Bunda Maria diarak berkeliling sambil berdoa rosario dalam berbagai bahasa. Sayangnya, tidak terdengar bahasa Indonesia berkumandang.

Hari kesepuluh, Barcelona, Spanyol.  Pukul 06.00, Misa berlangsung di St. Gabriel Chapel, Lourdes. Hari ini merupakan perjalanan panjang dan berliku menuju Barcelona. Bonus pemandangan alam yang sangat menawan. Para peziarah singgah di negara keenam terkecil di Eropa, Andora, untuk santap siang. Setibanya di Barcelona,  para peserta diajak untuk makan malam dan diantar ke hotel.

Gereja  Montserrat
Gereja Montserrat

Hari kesebelas, Montserrat. Pukul 8.45 rombongan berangkat menuju Gereja Monastery, Montserrat untuk mengikuti Misa bersama umat lainnya pada pukul 11.00. Setelah Misa, para peziarah  menuju Patung Bunda Maria yang terkenal dengan julukan Black Madonna yang diletakkan di tengah gereja sebelah atas. Setelah santap siang, para peserta diajak ke Gereja Sagrada Familia karya arsitek Antonio Gaudi yang pembangunannya belum rampung. Lanjut ke Bukit Monjuich di mana terdapat Stadum Estadi, tempat berlangsungnya olimpiade 1992.

Hari keduabelas, Barcelona. Setelah santap siang, para peserta mengunjungi Stadium Bola. Sebelum ke airport, rombongan mendapat kesempatan berbelanja di daerah La Rambla sampai pukul 17.00.  Rombongan kembali ke Tanah Air pukul 22.00 dan tiba pada 22 Oktober 2016, pukul 22.30.

Peziarahan rohani ini dapat membawa para peserta kepada kasih dan rahmat Allah yang penuh kerahiman.  Sementara kasih dan persaudaraan pun terjalin dengan baik di antara para peserta, baik yang sudah maupun yang belum saling kenal. Indahnya kebersamaan di antara umat Allah.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY