Marilah Keluar !

0
187

Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta(1). Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit”(3). Maka kata Marta kepada Yesus:”Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati”(21). Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati”. Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: “Di manakah dia kamu baringkan? Jawab mereka: “Tuhan, marilah dan lihatlah!” Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi: ”Lihatlah, betapa Kasih-Nya kepadanya!”(32-36). Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: ”Lazarus, marilah keluar!”(43). Bacaan Yoh 11:1-44

HARK! The herald angels sing, Glory to the new born King, Peace on earth and mercy mild, God and sinners reconciled... Mendengar lagu ini, kita merasakan hari Natal telah tiba. Natal= Natus=kelahiran; kelahiran Yesus Kristus di dunia ini. Hari raya kedatangan Tuhan Sang Juru Selamat, yang berkenan menjadi manusia. Pada Misa malam Natal, kita selalu mendengar: maklumat tentang kelahiran Yesus Kristus, penyelamat dunia. Beribu-ribu abad sesudah bumi dan segala isinya diciptakan; delapan belas abad sesudah Abraham menanggapi panggilan Allah. …Maka, sesudah dikandung Perawan Maria oleh kuasa Roh Kudus, lahirlah di Bethlehem daerah Yudea, Yesus Kristus, Putra Bapa, untuk menyelamatkan umat manusia. Kedatangan Mesias telah diberitakan secara terus-menerus dari asal mula dunia ini, suatu penantian dan harapan.

Pada bacaan di atas dikisahkan; di Betania tinggal dua saudara Maria dan Marta. Mereka mempunyai saudara, Lazarus yang sedang sakit parah. Karena sakit parah, mereka mengirim kabar kepada Yesus. “Datanglah segera, sembuhkan Lazarus.” Tetapi, Yesus yang dinantikan tidak kunjung datang. Mereka bertanya-tanya, “Mengapa?”

Suasana Maria dan Marta menantikan kedatangan Yesus, menggambarkan suasana kerinduan dan harapan umat Israel akan kedatangan Sang Juru Selamat. Namun, Lazarus tidak tertolong dan akhirnya meninggal, disaksikan kedua saudaranya. Setelah empat hari berbaring di dalam kubur, Yesus datang menemui mereka. Dengan menangis, mereka berdua berkata, ”Tuhan, sekiranya Engkau ada disini, saudaraku pasti tidak mati”.

Apakah kita sama seperti Maria, Marta, dan bahkan seperti Lazarus? Kita merasa Yesus tidak pernah hadir, terus menantikan, bahkan menjadi mati seperti Lazarus. Kita merindukan kedatangan Tuhan, seperti Maria dan Marta, yang menantikan dan merindukan Tuhan pada saat masalah menghimpit kehidupan?  Lalu, kita menjadi kecewa, sedih ketika masalah tersebut menurut pemahaman kita, akhirnya tidak terpecahkan dengan baik. Dan akhirnya, kita menganggap Tuhan tidak pernah datang apalagi menolong kita. Padahal Tuhan selalu tepat waktu. Masalahnya, apakah kita mau percaya.

Natal meneguhkan kembali bahwa karena besarnya kasih Allah, Ia mengutus Putra-Nya ke dunia. Maka, Natal juga menegaskan bahwa Yesus telah datang, Ia hadir dan hidup di antara kita, di manapun dan dalam situasi apa pun pada saat ini! Pada bacaan selanjutnya; Yesus datang menjumpai Maria dan Marta, Ia menangis karena belas Kasih-Nya. Ketika berada di depan kubur Lazarus, Ia berkata, “Angkat batu itu!” Ia berdoa kepada Bapa-Nya, lalu berseru dengan suara keras, “Lazarus, marilah keluar!”

Yesus tidak berkata, Lazarus bangkitlah (dari mati). Bagi Yesus, Lazarus (masih) hidup. Persisnya, Yesus mengajak Lazarus untuk keluar, keluar dari kubur kehidupan. Jika dalam hidup kita, yang telah merayakan Natal berkali-kali bahkan sebanyak umur kita, tetapi belum juga merasakan kehadiran-Nya dan melihat Yesus hidup di antara kita, maka seruan Yesus kepada Lazarus juga merupakan seruan kepada kita “marilah keluar”.

Kita harus berani memperjuangkan hidup dan terus menerus bergerak keluar dari tempat-tempat yang membuat kita berhenti. Dari apa pun masalah kehidupan, kita harus mau keluar. Keluar bersama Yesus, di sana ada belas kasih, ada pertolongan, dan ada kehidupan, sebab Yesus itu hidup. Hidup adalah terang dan di dalam terang tidak ada kegelapan, tidak ada tempat untuk diam dan bersembunyi.

Mari kita dengarkan dan sambut seruan Yesus: Mari keluarlah! Kita akan hidup! Hidup keluar, keluar dari diri sendiri, memperjuangkan di dalam keluarga, keluar mengunjungi sesama. Kepedulian kepada mereka yang lemah, miskin, dan tersingkir serta menderita. Dengan keluar, kita akan  berjumpa dengan Allah, melalui perjumpaan dengan sesama dalam kehidupan sehari-hari. Maka, akan ada kegembiraan dan sukacita Injil.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY