Pidato Paus tentang Kemajuan Iman

0
113

PAUS Fransiskus berbicara kepada para pastor paroki di Roma agar mereka melakukan refleksi mengenai kemajuan Iman mereka, Kamis, 2 Maret 2017.

Paus disambut di Gereja Katedral Roma oleh Vikaris Kardinal Agostino Vallini. Sebelum berpidato, Paus memberi Sakramen Pengakuan Dosa kepada sekitar dua belas imam.

Paus Fransiskus berbicara kepada para pastor paroki tentang kemajuan iman mereka. Ada tiga poin penting,  yaitu  kenangan, pengharapan, dan discernment (proses yang menuntun seseorang untuk mengambil keputusan, yang dalam kesadaran penuh melibatkan Tuhan ).

Untuk menandakan event itu, Bapa Suci berkata, “ Kenangan akan ajaran Katekisme merupakan akar dari iman Gereja, dalam iman akan Bapa. Pengharapanlah yang akan menopang serta melanjutkan iman kita. Dan discernment dalam mengambil keputusan dan tindakan pada saat kita melakukan praktik iman dapat dilakukan melalui beramal.”

 

Bertumbuh di Dalam Iman

Paus mengatakan bahwa “bertumbuh di dalam iman” mengandung arti jejak pembentukan dan kematangan iman.

Melihat buku Evangelii Gaudium sebagai panduan, Paus berkata, “Menanggapi hal ini dengan serius berarti tidak baik jika kita melihat panggilan menjadi imam tumbuh menjadi sesuatu yang eksklusif atau menjadi yang utama dalam formasi doktrinal” ( EG,n.161 ).

Pertumbuhan iman terjadi di dalam perjumpaan dengan Tuhan melalui pembelajaran dalam kehidupan kita. Perjumpaan-perjumpaan ini adalah tindakan yang membentuk kekayaan kenangan dan menjadi iman yang hidup dalam karya keselamatan secara pribadi.

Sebagai ilustrasi, Paus memberikan contoh tentang seorang pemain basket yang berporos pada kakinya yang stabil, sementara ia tetap fleksibel dengan bagian tubuhnya yang lain untuk melindungi bola dari lawan. “Demikianlah kita dengan kaki yang menapak di tanah, berputar di sekeliling kita, dan salib Kristus adalah poros kita.”

 

Janji Tuhan

Paus Fransiskus mengatakan bahwa berkat Tuhan “menjadikan iman kita solid.” Iman ditopang dan dipelihara melalui kenangan akan janji Tuhan. Dia adalah Tuhan dari ayah kita dan kakek kita. Dia bukan Tuhan yang tiba-tiba muncul, Tuhan yang tanpa sejarah keluarga, Tuhan yang merespons setiap paradigma baru. Kita harus membuang anggapan seakan-akan mereka sudah tua dan tidak masuk akal.

Paus mengatakan bahwa iman juga berproses kebalikannya dari putaran kembali ke akarnya.

“ Semakin jelas kenangan akan masa lalu, semakin jelaslah masa yang akan datang membentang, sebab sangat mungkin untuk melihat ke arah yang baru dan dengan jelas dapat membedakan jalan yang telah diambil sebelumnya, yang ternyata tidak menuntun ke arah yang berarti.”

 

Harapan ibarat sebuah bintang yang akan menuntun kita dan menunjukkan garis cakrawala.

Bapa Suci melanjutkan pembicaraan tentang harapan, yang “membuka iman untuk menerima kejutan dari Tuhan.”

Iman dikuatkan dan dikembangkan oleh harapan. Harapan adalah jangkar yang menjangkari kita dengan surga masa depan, pada hidup yang bersifat sementara ini.

Harapan memberikan dinamika kepada iman untuk melihat ke belakang, yang menimbulkan hal baru pada masa lalu, dalam kenangan indah yang membuat seseorang bertemu dengan Tuhan, yang menjadi harapan untuk melihat masa yang akan datang.

 

Pilihan hidup di setiap persimpangan jalan menemukan langkah menuju kasih.

 Paus menjelaskan “tentang keputusan atas pilihan dalam hidup, yang membuat iman menjadi dasar dan mengijinkan kita untuk memberikan kesaksian nyata.”

Paus mengatakan, “Keputusan atau pilihan yang tepat dan mendasar, kaya akan kenangan dan harapan. Maka, saya yakin, dengan kemurnian hal tersebut akan menjadi tuntunan terbaik menuju janji Tuhan.”

Paus juga mengatakan bahwa ada dua momen dalam memilih dan memutuskan. Pertama, mundur selangkah “untuk melihat panorama secara keseluruhan”.  Kedua, maju selangkah ke masa kini, “ketika kita memilih lebih spesifik tentang kasih dan kebaikan bagi sesama. Dengan melakukan kebaikan terhadap sesama untuk bertumbuh dalam iman.”

Kemudian, Paus menjelaskan figur Santo Petrus yang sudah diayak seperti layaknya butiran-butiran gandum  (Lukas 22:31).

Paus mengatakan pendapat Santo Petrus bahwa “dia yang harus meyakinkan kita tentang iman, dialah yang akan kerap ditegur Tuhan akan imannya yang goyah.”

Kita melihat bahwa iman Santo Petrus mempunyai karakter spesial, iman yang teruji. Untuk itulah, dia mempunyai misi memperkuat dan menggabungkan iman saudara-saudaranya, yakni iman kita.

Venda

 

 Sumber: news.va

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY