Move On

0
301

DALAM tiga bulan terakhir masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jakarta, mengalami masa pembelajaran demokrasi yang sangat berharga pada masa pilkada yang baru saja berakhir. Fenomena menarik telah terjadi; bukan siapa kalah dan menang. Namun, kondisi pasca kemenangan salah satu kandidat. Semua pihak serta-merta melupakan masa perbedaan pandangan dan pilihan. Pihak yang kalah –melalui pemimpinnya– segera  mengajak para pendukungnya untuk move on.

Bambang, seorang karyawan pemasaran suatu perusahaan distribusi makanan dan minuman terkemuka di Indonesia bagian barat, dalam waktu tiga tahun telah berhasil mengangkat cabangnya menjadi nomor tiga tingkat nasional. Bambang adalah talent muda angkatan kader potensial dalam perusahaan tersebut. Tegas tanpa kompromi, kerja keras, dan fokus pada peningkatan pelayanan kepada konsumen. Penataan team yang hampir 15 tahun terpuruk sebagai cabang urutan ke-18 dari 22 cabang, melalui motivasi dan reward yang diberikan dalam kurun waktu dua tahun telah berhasil dan dikagumi semua team dan karyawannya.

Pada satu kesempatan pertemuan dengan karyawannya, Bambang mengutarakan bahwa target menjadi nomor  satu akan dicapai pada periode berikutnya.
Keberhasilan cabang di bawah pimpinan Bambang sangat mendapat perhatian kantor pusat. Pada suatu rapat pemegang saham ditetapkan Bambang akan dipindahkan ke cabang di Indonesia bagian timur yang menjadi urutan paling akhir dan sangat memerlukan pemimpin yang tegas seperti dia. Semua karyawan dan team kaget, sedih dan merasa kehilangan pemimpin yang baik dan mengutamakan kepentingan bersama.

Pengumuman dan pemberitahuan yang sangat mendadak membuat seluruh karyawan yang sedang menikmati kebersamaan di cabang merasakan kepedihan yang mendalam.
Bambang sangat tahu perasaan team dan karyawannya. Sebagai kader potensial yang tangguh dan berjiwa besar, dia tidak hanya mengejar karier semata dan hanya mementingkan diri sendiri. Jauh hari saat dia menjabat pun dia sering mengatakan bahwa dirinya selalu siap untuk ditugaskan di manapun.

Bambang selalu menekankan kepada seluruh team tentang makna kegagalan yang merupakan keberhasilan yang tertunda. Gagal tidak perlu diratapi, termasuk kepindahannya ke cabang lain. Bambang mengajak seluruh team untuk tetap move on, lupakan masa kecewa dan sedih. Maju menatap masa depan untuk sukses bersama.

Bambang telah menanamkan arti kehidupan yang sesungguhnya; bukan sekadar kesenangan sesaat dan selalu bangkit untuk suatu makna kebenaran.
Karier bukan untuk dikejar, namun suatu perjalanan yang harus dimaknai dengan kerja keras, jujur, dan bersemangat untuk maju.

Tetaplah  move on dalam situasi apa pun!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY