Sang Pujangga Gereja

0
104

Santo Hieronimus

“Ciceronianus es, non Christianus”

(“Engkau hanyalah seorang penulis Romawi, bukan seorang Kristiani”)

 

PADA jaman sebelum Yesus lahir, semua Kitab Suci ditulis dalam bahasa Ibrani dan Yunani. Keadaan Kitab Suci itu sangat tidak bagus karena banyak terjemahan yang buruk dan interpolasi yang serampangan.

Hingga akhirnya, Hieronimus membuat  perubahan besar dalam penulisan Alkitab. Alhasil, manusia bisa lebih mudah memahami makna pesan Tuhan.

Eusebius Hieronimus Sophronius lahir di Stridon, dekat Aquileia, Dalmatia, Italia, tahun 342 M. Ayahnya, Eusibius, adalah seorang Kristiani saleh dan seorang tuan tanah yang kaya-raya. Ia mendidik Hieronimus sesuai dengan kebiasaan hidup Kristiani dan memberi teladan bekerja keras.

Ketika Hieronimus berumur 12 tahun, Eusebius mengirimnya untuk belajar ilmu hukum dan filsafat di Roma. Hieronimus berguru pada Donatus, seorang penyembah berhala dan ahli tata bahasa terkenal. Hieronimus pun menjadi ahli bahasa Latin dan Yunani. Sayangnya, ia terpengaruh ikut menyembah berhala,  kafir, serta lupa akan kebenaran yang telah ditanamkan kepadanya sejak kecil.

Suatu malam, Yesus datang ke dalam mimpinya dan berkata,  “Ciceronianus es, non Christianus!”  Artinya, “Engkau hanyalah seorang penulis Romawi,  bukan seorang Kristiani!” Hieronimus merasa terpukul karena sesungguhnya ia memang lebih menyukai literatur Romawi daripada literatur Kristiani.  

Kemudian ia bertobat dan menyerahkan dirinya untuk dibaptis oleh Paus Liberius [masa pontifikat 352-366] pada usia 18 tahun. Sejak ditegur Yesus, Hieronimus bertobat dengan menjadi pertapa (hermit) di padang gurun Chacis, di luar kota Antiokhia, Siria, selama 4-5 tahun sekaligus memperdalam bahasa Ibrani dan Yunani.

Kehidupan rohaninya berkembang pesat. Akhirnya, pada tahun 379 Hieronimus ditahbiskan menjadi imam di Antiokhia. Kemudian Hieronimus pergi ke Konstantinopel untuk mempelajari penafsiran Kitab Suci.  Ia memperoleh banyak pengalaman dari para kudus Gereja Timur dan pujangga Gereja.

Tahun 382, Hieronimus kembali ke Roma, kemudian ia diangkat menjadi sekretaris Paus Damasus I [masa pontifikat 366-384]. Karena pengetahuannya yang luas tentang Kitab Suci, bahasa Latin, Yunani, dan Ibrani, Paus Damasus menugaskannya untuk menerjemahkan seluruh isi Alkitab dari bahasa Yunani dan Ibrani ke dalam bahasa Latin.

Demi menjalankan amanah ini, Hieronimus pindah ke Betlehem. Selama 30 tahun, ia bekerja. Ia menerjemahkan Perjanjian Lama dari bahasa Ibrani ke bahasa Latin, serta merevisi Perjanjian Baru berbahasa Latin, yang memakan waktu sekitar 15 tahun (tahun 390-405).

  Hasilnya, kitab tersebut diakui Gereja sebagai Kitab Suci Vulgata ( berarti Populer).  Sampai sekarang, buku terjemahannya itu masih menjadi terjemahan resmi bagi Gereja Barat (Latin).

Karya Hieronimus lainnya adalah catatan dari Historia Ecclesiastica (Sejarah Gereja), tulisan Eusebius dari Kaisarea (sampai tahun 378). Dia juga menulis De viris illustribus (392) yang mengedepankan para penulis Gereja dari masa-masa sebelumnya. Dia mengirimkan banyak sekali surat  kepada para pemimpin terkemuka pada jaman itu. Hieronimus juga menerjemahkan tulisan-tulisan dari Origenes serta berbagai risalat yang kontroversial.

Di Betlehem, Hieronimus mendirikan dua biara. Salah satunya diperuntukkan bagi para biarawati pimpinan St. Paula. Namun, kedua biara tersebut dibakar oleh para bidaah Pelagianisme. Bukan main terpukul perasaannya menghadapi kenyataan itu. Kendatipun hatinya sedih sekali, ia tetap giat menulis dan mengajar hingga ia wafat pada tahun 420.  Ia diakui sebagai Pujangga Gereja dan  Bapak Gereja Latin, serta dinyatakan sebagai  Bapak Ilmu Alkitabiah. Lambangnya topi merah, terinspirasi dari tradisi Paus Damasus I yang mengangkatnya menjadi kardinal. Lambang lainnya adalah seekor singa yang berbaring di kakinya.

Pesan St. Hieronimus yang terkenal ialah: “Kita harus terjemahkan nas-nas Kitab Suci ke dalam perbuatan. Daripada berbicara muluk-muluk tentang hal-hal kudus, lebih baik kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari!”       

Sinta, dari Ensiklopedi Orang Kudus dan sumber lainnya

 

 

SHARE
Previous articleHidup Seimbang
Next articleMeningitis

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY