Senior, Oh… Lansia

0
49

Mengapa para senior tidak melakukan sesuatu yang berguna bagi sesama? Bergabung dalam komunitas lansia di wilayah masing-masing, misalnya. Gunakan sisa waktu untuk tetap bersosialisasi dengan sesama senior.

HARI terus berlalu… tak terasa umur kian bertambah. Kini, kita berada pada masa di mana orang menyebutnya sebagai golongan senior atau lansia. Bersyukurlah, kalau sekiranya Anda adalah senior yang masih sehat, dapat berjalan, dan mengurus diri sendiri.

Menjelang Natal tahun lalu, kami berkunjung ke beberapa opa dan oma yang boleh dikatakan kondisinya sangat menurun. Ada yang lumpuh, ada pula yang hanya terbaring di tempat tidur saja. Dengan melibatkan beberapa ibu, kami berusaha membawa mereka ke dalam suasana sukacita dengan mengajak mereka berdoa dan bernyanyi bersama.

Di antara mereka ada yang menangis karena terharu, ada juga yang berusaha mengangkat tangannya seakan-akan mau ikut bertepuk tangan. Apa daya, kekuatan telah menurun bahkan mereka sudah tidak mampu melakukannya lagi.

Tiada orang yang mau menjadi tua dengan kondisi tak berdaya. Semua senior selalu berdoa, semoga mereka tetap sehat pada usia senja. Bila suatu saat Tuhan menghendaki, dalam sedetik ketika hidup ini berhenti, kita ingin tetap dalam kondisi happy. Sebab, napas yang kita miliki terasa hanyalah sejengkal di ujung pembuluh nadi.

Setelah merenungi arti kehidupan ini, mengapa para senior tidak melakukan sesuatu yang berguna bagi sesama? Bergabung dalam komunitas lansia di wilayah masing-masing, misalnya. Gunakan sisa waktu untuk tetap bersosialisasi dengan sesama senior. Memang banyak juga para senior yang harus bertugas menjaga cucu-cucunya. Ini juga suatu keberuntungan, mereka masih dapat bermain dan mengikuti perkembangan cucu-cucu.

Kadang para senior sudah tidak dapat menyisihkan waktunya lagi  untuk berkomunitas. Inilah dilema kehidupan bagi sebagian para senior. Sebaiknya, para senior sesekali merasakan “dirinya kembali menjadi muda” sehingga dapat mengembalikan semangat. Hidup akan menjadi lebih ceria serta terasa bugar, dan berkomunitas adalah salah satu caranya. Hindarilah niat mencari keuntungan atau kepentingan pribadi dalam berkomunitas.

Sesungguhnya, belakangan ini Gereja sangat mempedulikan kaum senior. Adanya pertemuan lansia setingkat keuskupan di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), acara kesenian untuk lansia atau kunjungan dokter di paroki adalah beberapa contohnya. Hanya di sana-sini memang masih ada beberapa kekurangan, terutama bagi mereka yang sudah tidak dapat keluar rumah lagi.

Kehidupan dunia memang tidak ada yang sempurna. Bagaimana kita menjalani hidup ini adalah suatu proses yang harus kita lalui.

Melly, Koordinator Lansia Puri Media

SHARE
Previous articlePenganiaya Jadi Pewarta
Next articleSolusi dari ASAK

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY