Pengantar Umat pada Keselamatan

0
26

Umat bukanlah objek melainkan subjek menggereja untuk mewartakan kedatangan Kerajaan Allah. Dengan mengambil bagian tri tugas Kristus, yakni sebagai Imam, Nabi, dan Raja, Gereja mewujudkan dan melaksanakan karya keselamatan Allah dalam bidang pewartaan.

 VISI Seksi Katekese tersebut diwujudkan melalui suatu pengajaran iman yang dijiwai oleh Roh Kudus agar umat mengakui bahwa Allah adalah Bapa, sekaligus pengakuan sebagai anak-anak Allah. Menjadi anak Allah, berarti seperti Anak Tunggal Allah, Gereja juga diutus agar semakin banyak umat manusia menyambut Kabar Gembira (EN 14). Dengan demikian, menyebarkan Kabar Gembira adalah tugas perutusan seluruh anak-anak Allah (Mat 28:19-20).

 

Menumbuhkembangkan Iman

Melalui Sakramen Baptis, umat memperoleh keselamatan dan menjadi anggota Gereja agar mereka memperoleh kebahagiaan kekal, yang dimulai sejak saat ini. Ketika orang tua melahirkan anak, mereka ingin agar anaknya selamat maka bayi tersebut diserahkan kepada Gereja untuk dibaptis. Dalam hal ini, orang tua sebagai pendidik iman, perlu memupuk dan memelihara iman anak. Maka, sebelum bayi dibaptis, orang tua wajib mengikuti rekoleksi, demikian pula dengan wali baptisnya.

Pada fase berikutnya, pemeliharaan iman dilakukan antara lain dengan membawa anak-anak ke komunitas Bina Iman Anak (BIA). Ketika umur anak sudah cukup dan dirasa pantas, orang tua akan mengarahkan anak untuk menerima Sakramen Ekaristi, yang dirangkai dengan Sakramen Tobat. Setelah itu, anak-anak dapat dilibatkan sebagai misdinar atau mengikuti BIR.

Dengan bertambahnya usia, anak-anak dipersiapkan untuk menerima Sakramen Krisma, sebagai tanda bahwa ia telah dewasa secara iman dan siap diutus. Setelah itu, mereka diarahkan pada kegiatan dan komunitas yang semakin menumbuhkan imannya, seperti lingkungan dan wilayah, OMK, Legio Maria, dll.

Bagi orang dewasa yang secara sadar dan atas kemauannya sendiri memilih Yesus sebagai Juru Selamat, Seksi Katekese mengadakan pengajaran selama satu tahun sebelum mereka menerima Sakramen Inisiasi, yakni Baptis, Ekaristi, dan Krisma. Setelah itu, umat seyogianya menumbuhkembangkan imannya melalui berbagai kegiatan, baik di seksi, kategorial, kegiatan lingkungan, seminar atau buku-buku rohani yang ada di Taman Bacaan Sathora.   

 

Terus Diperkaya

Untuk mengantar umat menjadi anggota Gereja dan sebagai anak Allah sehingga beroleh keselamatan hidup, Seksi Katekese menyelenggarakan baptis bayi dan anak setiap dua bulan sekali, Sakramen Inisiasi dua kali setahun, Komuni Pertama setiap tahun, dan Sakramen Krisma setiap dua tahun sekali. Selain itu, juga diadakan pembinaan iman anak-anak dan remaja setiap minggu melalui BIA dan BIR serta media bacaan di Taman Bacaan Sathora.

Seksi Katekese saat ini memiliki ± 50 katekis dan 50 pembina BIA, BIR dan pengurus sub seksi. Para pengajar iman ini seyogianya telah lulus Pendidikan Formal Kateketik atau minimal Kursus Dasar Katekese. Mereka yang telah lulus kursus-kursus non-formal, seperti KPKS, KEP/SEP, bisa juga mendaftar sebagai katekis. Masa tugas seorang katekis tiga tahun dan dapat diperpanjang dengan persetujuan Romo Paroki.

Untuk memelihara dan meningkatkan kualitas para katekis, Seksi Katekese mengadakan berbagai macam kursus dan seminar mengenai Kitab Suci, Hukum Gereja, Hukum Perkawinan, dan Ajaran Gereja. Juga diadakan pembaruan janji katekis setiap tahun.

Theo Gazali, Ketua Seksi Katekese Paroki Sathora, menyarankan agar orang tua mendorong anak-anaknya untuk menerima sakramen sesuai tahap usianya. Untuk itu, perlu dukungan lingkungan dengan memberikan informasi apabila ada umat yang ingin menerima Sakramen Inisiasi, Komuni Pertama maupun Krisma.

Theo juga berharap agar di setiap lingkungan ada umat yang bersedia menjadi katekis. Selain dapat berkatekese di lingkungan, jika ada permasalahan yang membutuhkan penanganan, Seksi Katekese dapat cepat membantu dengan baik.

Anas  

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY