Merawat Kesehatan Umat Tuhan

0
59

“SEBENARNYA,  yang betul adalah Balai Pengobatan atau disingkat BP. Bukan Balkesmas (Balai Kesehatan Masyarakat) seperti yang selama ini orang katakan.” Dr. Iwan Susilo Joko yang biasa dipanggil Dokter Iwan mengoreksi.

 Balai Pengobatan ini sekarang dinamakan Klinik Pratama Sathora, berlokasi di Jalan Kacang Polong 2, di samping gereja.

“Tujuan utama BP ini diadakan yaitu  membantu masyarakat di sekitar gereja kita agar dapat berobat. Pada hari Minggu  tidak ada dokter yang praktik baik di rumahnya, di poliklinik  maupun di rumah sakit, oleh karena itulah  Balai Pengobatan kita hanya dibuka pada hari Minggu saja,” lanjutnya.

BP Sathora  mulai beroperasi pada 18 Juli 2004.  Saat ini, ada sekitar 50 dokter umum dan 15 dokter gigi yang aktif praktik di BP, dibantu sekitar empat perawat dan lima asisten apoteker  di bagian apotik. Mereka semua terpanggil untuk mengamalkan pelayanan di bidang kesehatan umat, baik yang Katolik maupun non-Katolik.

 

Pelayanan di Klinik Pratama Sathora, Jalan Kacang Polong 2

Setiap Minggu, rata-rata sekitar empat puluh orang datang berobat, untuk penyakit umum dan perawatan gigi. Berdasarkan catatan yang ada di Balai Pengobatan, pada  tahun 2016 terdata 2.850 pasien dari kalangan sederhana yang tinggal di sekitar gereja kita, membutuhkan pelayanan kemanusiaan ini.

BP mengutip biaya Rp 10 ribu per orang bagi yang berobat di bagian dokter umum dan Rp 25 ribu untuk pasien yang membutuhkan perawatan gigi. Itupun sudah termasuk  obat-obatan dan material gigi.

Tentu saja, kutipan sejumlah itu tidak akan menutup seluruh biaya  operasional BP.  Maka, defisit biaya pelayanan Klinik Pratama  dipenuhi  oleh iuran Dana Papa dari gereja kita.

“Kadang-kadang ada juga bantuan dari donatur, misalnya Kalbe dan Mepro. Namun, kita tetap harus belanja guna memenuhi sebagian besar ketersediaan obat di apotik,” papar pria kelahiran Jakarta, 26 Maret 1979 ini.

Paroki kita mempunyai  empat Dokter Rayon, yaitu  Dokter Ongko melayani pasien yang berdomisili di daerah Bojong, Dokter Karta di Taman Kota, Dokter Arief di daerah Kembangan Utara, dan Dokter Maria/Mawar di daerah Kembangan Selatan.  Mereka akan  memberikan pengobatan gratis untuk pasien Katolik tak mampu. Tentunya dengan persyaratan bahwa umat  harus membawa surat pengantar dari Seksi Sosial Lingkungan di mana dia berdomisili.

Bila terdapat umat Katolik yang memerlukan penanganan yang lebih serius, Dokter Rayon akan menyarankan agar pasien tersebut pergi ke rumah sakit rujukan yang telah menjalin kerjasama dengan Paroki Bojong, yaitu RS Saint Carolus di Salemba Jakarta Pusat, RS Atma Jaya Pluit, dan RSUD Cengkareng. 

Dengan adanya BPJS saat ini, tentu warga tak perlu takut lagi untuk pergi ke rumah sakit lantaran memikirkan biayanya sepanjang mengikuti prosedur rujukan yang telah ditetapkan BPJS.

 

Memperhatikan Kesehatan Kaum Lansia

Cakupan pelayanan Seksi Kesehatan Sathora  tidak hanya terpaku pada hari Minggu saja. Tim Seksi Kesehatan Lansia di bawah koordinasi Dokter Fari bekerjasama dengan koordinator sektor dan ketua Bagian Lansia mengadakan pemeriksaan  kadar kolesterol, kencing manis, dan cek tekanan darah.

Pemeriksaan kesehatan lansia pada masing-masing sektor dilakukan setiap tiga bulan, bersamaan dengan pertemuan lansia yang telah direncanakan oleh koordinator sektor masing-masing.

 

Perbaikan Gizi Balita

Gereja juga menyadari  bahwa anak-anak balita adalah generasi penerus bangsa kita yang harus diperhatikan kebutuhan gizinya.  Maka, BP Sathora memantau kesehatan para balita pada Minggu kedua setiap bulan.  Kegiatan ini mirip seperti kegiatan Posyandu, yaitu melakukan monitoring berat badan tiap anak. Bagi anak yang berat badannya kurang dari batas minimum atau sudah berada di garis kuning, Gereja memberikan bantuan makanan tambahan berupa susu dan biskuit.

Pada tahun 2016, tercatat 1.096 balita yang mengikuti Program Gizi Balita yang berada di bawah koordinasi Dokter Lusina.

 

 Panggilan Hati untuk Kemanusiaan

Dokter Iwan Susilo Joko adalah alumnus  FK-UI, tahun 2003. Ia menikah dengan sesama dokter yang merupakan teman seangkatan, yaitu Dokter Cynthia, Spesialis Anak di RSPI Puri Indah.  Perkawinan mereka  menjadi  sempurna  karena dikaruniai  tiga anak, yaitu Cello (10 tahun), Bass (8 tahun), dan Viola (4 tahun).  Mereka adalah warga Lingkungan Ignatius 3.

Walaupun cukup sibuk  bekerja di Chevron Indonesia Company,  ia dengan senang hati bersedia meluangkan waktunya untuk memperhatikan  umat Tuhan yang membutuhkan tenaga dan ilmunya.  Ia menempati  posisi  Ketua Seksi Kesehatan menggantikan Dokter Mardi yang sudah selesai masa baktinya pada Mei 2017.  Kini, Dokter Mardi menjadi anggota Dewan Paroki Harian pendamping Seksi Kesehatan.

“Saat ini, kita membutuhkan relawan  dokter gigi  dan tenaga asisten apoteker di bagian obat-obatan. Andaikan  di antara Pembaca MeRasul ada yang bersedia membantu di Balai Pengobatan kita, saya sangat berterima kasih,”   pesan Dokter Iwan menutup perbincangan dengan MeRasul  pada Selasa malam, 1 Agustus 2017.    

Sinta

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY