Tradisi Natal Berbagai Negara di Dunia

0
54

Menurut  Charles Dickens seorang penulis terkenal Inggris  di era Victorian lahir sekitar tahun 1812 ;…”There seems a magic in the very name of Christmas !”

Peristiwa Kelahiran Yesus merupakan saat yang dinantikan umat kristiani di seluruh dunia, musim dan suasana sangat mendukung penuh kehangatan perayaannya memenuhi setiap sudut hati. Juga untuk anak-anak yang tumbuh dengan imajinasi tentang sosok Santa Claus opa yang ramah dan baik hati. Walaupun image Santa Claus dipoles sedemikian rupa sehingga menjadi berbeda dengan sosok Santo Nicholas yang asli dari Myra, hal tersebut tetap menjadi sebuah kenangan disetiap benak dan disetiap hati bila teringat masa kecil dulu. Tradisi itu berkembang terus selama beberapa abad dan keajaiban rasa tersebut tidak pernah hilang.

 

Amerika dan Kanada

Pohon Natal di Amerika dan Kanada umumnya diberi hiasan dan kaos kaki digantung di atas perapian, supaya diisi hadiah oleh Santa Claus nantinya. Natal dirayakan tanggal 25 Desember, tapi ada komunitas penduduk Perancis-Kanada merayakannya tanggal 24 Desember. Banyak keluarga yang merayakan Malam Natal dengan saling memberi hadiah, makan bersama keluarga dan menghadiri Misa tengah malam. Dekor kadang domba dan bayi Yesus ditampilkan setiap tahun. Ada banyak perayaan Natal yang dirayakan bagi penduduk yang Katolik dan Protestan, maupun bagi yang tidak memeluk agama apapun. Di Amerika maupun Kanada penduduknya selalu akan memberi amal untuk kaum papa dan gelandangan, terutama selama masa Natal.

 

China

Umat Kristen di China menerangi rumah mereka dengan lampion selama masa Adven. Santa disebut Dun Che Lao Ren. Anak-anak menggantung  kaos kaki, mirip dengan tradisi di Amerika karena tradisi tersebut dibawa oleh para missionaris yang masuk ke China.

 

Belgia

Anak-anak di Belgia selalu gembira apabila sudah dekat Natal, mereka merayakannya lebih cepat yaitu tanggal 6 Desember setiap tahun. Santa Nicholas yang mengendarai seekor kuda yang membawa tas besar yang isinya hadiah. Sesudah pembagian hadiah dan perayaan, dilanjutkan perayaan kudus kelahiran bayi Kristus.

 

Cekoslowakia

Umat di Cekoslowakia merayakan Natal dengan berpesta dan saling memberi hadiah.  Secara tradisional mereka juga menata meja makan untuk bayi Kristus. Dan merayakan Natal bersama seluruh keluarga.

 

Denmark

Masyarakat Denmark merayakan tradisi dari Santa Klaus yang dikenal dengan nama Julemanden. Ia naik kereta salju yang ditarik oleh rusa, membawa banyak hadiah untuk anak-anak segala usia. Pembantu Santa yaitu peri yang baik dan jenaka ( Elf ). Dan mereka percaya bahwa peri tersebut tinggal di attic rumah mereka. Anak-anak menyiapkan susu dan rice pudding untuk para Elf, untuk memastikan kalau peri itu akan menyampaikan pesan mereka untuk Santa.

 

Inggris

Inggris membawa beberapa kebiasaan Natal ke Amerika. Pangeran Albert membawa tradisi pohon Natal ( Fir tree ) dari Jerman yang dihias ornamen dan buah-buahan di masa Ratu Victoria. Lalu dekorasi itu segera menjadi trend di seluruh Inggris.

Hal lain dari tradisi Inggris termasuk membuat Christmas List , pemberian kado sehari setelah Natal kepada para tamu yang datang, kebiasaan menggantung kaos kaki di atas perapian, juga Santa yang memakai jubah merah. Satu tradisi lain lagi yang sudah mulai ditinggalkan di Inggris, yaitu kebiasaan menunggu tengah malam Natal untuk membuka hadiah Natal.

Seminggu sebelum Natal biasanya orang-orang akan berkumpul di taman umum dan di keramaian sambil menyanyikan lagu-lagu tradisional Natal yaitu Christmas Carol. Kini beberapa negara malah punya lebih banyak Caroling troops atau Christmas Carol daripada di Inggris sendiri.

 

Perancis

Di Perancis Natal dirayakan sepanjang bulan Desember,dan mulai saling memberikan kado Natal pada tanggal 6 Desember, lalu tambahan hadiah Natal di saat tanggal 25 Desember, kemudian mereka akan membuka hadiahnya di hari Tahun Baru.

Keluarga merayakan malam Natal di tengah malam dengan makanan dan minuman khas Natal. Lalu sebelum tidur anak-anak akan meletakkan sepatu atau kaos kaki di dekat perapian untuk mendapatkan hadiah spesial. Kemudian anak-anak akan bangun pagi-pagi untuk merayakan Hari Natal bersama-sama.

Khusus umat di Paris, penataan palungan dimana patung-patungnya menggunakan pakaian modern Perancis. Merupakan event yang diadakan setiap tahun.

 

Italy

Di Italia masyarakatnya merayakan Natal di bulan Desember, mereka mengadakan tukar kado di Hari Tradisional mereka yaitu kedatangan Wise Man (  Tiga Raja atau Orang Majus dari Timur ) tanggal 6 Januari. Orang Itali mengklaim bahwa penataan dekor Kandang Domba dan palungan bayi Yesus pertama kali dibuat di Itali oleh Santo Francis, mulanya hanya sebagai obyek pembelajaran untuk anak-anak pada waktu itu dan berlangsung  hingga kini. Hampir di setiap kota dan desa, mereka mengadakan lomba dan penghargaan bagi pembuat dekor kandang domba yang terbaik.

 

India

Hanya beberapa persen keluarga di India yang merayakan Natal, namun dekorasi  dilakukan oleh keluarga yang bukan Kristen juga. Rumah-rumah mereka dihias dengan tanaman yang berwarna hijau, daun mangga, rangkaian lampu-lampu dan bintang Bethlehem digantung di dalam rumah. Saling bertukar hadiah adalah kebiasaan yang dilakukan walaupun bagi yang bukan kristen.

 

Mexico dan Negara-negara Amerika Tengah

Masyarakat Mexico merayakan Navidad ( nativity atau Natal ), sepanjang sembilan hari penuh hingga Hari Natal . Semua keluarga akan bersukacita di pusat kota, dari rumah ke rumah, menikmati semacam The Theatre of Knocking on the door seperti Yosef ketika mencari penginapan di Bethlehem, lalu ditolak karena tempat penginapan penuh. Kemudian perayaan pestanya akan dirayakan di halaman belakang rumah mereka atau di lapangan umum. Musik dimainkan sepanjang perayaan, makanan khas Mexico dihidangkan, lalu anak-anak akan diberikan tongkat kayu untuk memukul Pinata yaitu kreasi dari kertas ( paper mache ) yang dibentuk seperti bentuk hewan yang ada di kandang domba, yang berisi permen dan macam-macam hadiah. Pada hari ke sembilan, mereka merayakan Josef dan Maria diterima Tuhan, para malaikat, dan para gembala di kandang domba. Setelah itu seluruh keluarga dari segala usia mereka akan melanjutkan perayaan di gereja, merayakan pesta kelahiran bayi Yesus.

 

Belanda

Tradisi masyarakat Belanda memperingati Santo Nicholas, yang mereka sebut Sinterklaas, dan mereka percaya bahwa Sinterklaas pernah mengunjungi Swedia dengan kapal, tanggal 6 Desember adalah tradisi yang ditentukan dalam tanggalan gereja dari Spanyol. Ketika mendarat dari kapalnya, Sinterklaas langsung menunggang seekor kuda, dan membagikan hadiah kecil berupa permen dan kukis ke dalam sepatu-sepatu yang sudah disiapkan anak-anak. Sinterklaas tua ini dipercaya sangat jahil, dapat menghilang apabila dia terlihat secara tidak sengaja di tengah aksinya, menyamar sebagai ayah atau kakek dari anak tersebut.

 

Polandia

Polandia mempunyai tradisi yang sangat kaya yaitu carnaval di tengah desa atau kota yang dipenuhi stall or booths disebut Joselki. Booth masing-masing didekor sesuai tema-tema Natal, yang dirayakan hingga Tahun Baru. Keluarga-keluarga dan para pebisnis berlomba-lomba membuat booth mereka menjadi yang paling favorit, menampilkan tokoh-tokoh dan cerita-cerita di Alkitab. Hadiah-hadiah kecil, permen-permen dan kartu Natal – kartu Natal akan dibagikan di setiap booth kepada orang-orang yang lewat, biasanya ada grup Christmas Carol yang menyanyikan lagu-lagu natal dari booth ke booth. Setelah itu seluruh umat desa akan berjalan ke gereja merayakan misa malam bersama.

 

Spanyol

Warga Spanyol umumnya Katolik, pemberian hadiah Natal diasumsikan adalah Wise Man ( Tiga orang Majus ) seperti peristiwa yang diperingati saat pertama kali mereka memberikan hadiah kepada bayi Yesus. Warga menyiapkan makanan untuk kuda-kudanya dan kudapan untuk Wise Man. Mereka merayakan Malam Natal ( Nochebuena ) bersama keluarga dan sahabat dengan makan bersama. Hampir semua keluarga membuat dekor Natal palungan bayi Yesus di rumah mereka masing-masing hingga sangat detail. Kemudian mereka akan saling mengunjungi dari rumah ke rumah untuk mengagumi dekor bayi Yesus yang dibuat para tetangga.

 

Swedia

Orang Swedia mempunyai versi sendiri untuk Santa, disebut Tomte. Tomte sangat tidak menarik, anak-anak berpendapat bahwa ia seperti orang kerdil yang menakutkan, yang keluar dari lumbung atau kolong bangunan untuk membagikan hadiah Natal.

Tidak ada rusa. Kereta salju yang lebih kecil yang ditarik oleh kambing ajaib yang membawa hadiah untuk anak-anak yang baik yang kadang disembunyikan di sekeliling rumah. Hadiah tersebut akan dibungkus kertas berlapis-lapis hingga acara membuka kado

menjadi saat yang ditunggu dan sangat mendebarkan.

 

Rusia

Perayaan Natal di Rusia berubah drastis setelah revolusi tahun 1917.  Parade Natal dengan kostum, bintang Betlehem diujung tongkat, makan bersama sebelum menghadiri misa Natal setelah mengunjungi palungan bayi Yesus di tengah taman kota, semua dilarang karena berkaitan dengan ajaran gereja.

Santo Nicholas diganti menjadi Grandfather Frost. Kini komunitas di Rusia mulai lebih tampil dan thema Natal mulai bercampur dan lebih beragam. Perayaan dengan pohon natal dan hiasannya mengisi pesta anak-anak. Hadiah-hadiah Natal dibagikan oleh Grandfather Frost menggunakan pakaian berwarna putih seperti salju dan pembantunya Snow Maiden.

 

Swiss

Di Swiss, Natal dirayakan dengan perayaan, dengan spirit untuk saling memberi yang dilambangkan oleh karakter Christkind ( Christ Child ), sebagai roh inkarnasi Kanak-kanak Yesus. Pemberian hadiah Natal merupakan saat yang dinantikan oleh anak-anak, yang diberikan Santo Nicholas yang menggunakan pakaian sebagai helper. Masyarakat di Swiss tetap mengutamakan figur utama perayaan Natal, yaitu Kristus sendiri. Peragaan dan musik memenuhi alun-alun kota dengan dekorasi kandang palungan bayi Yesus dan pertunjukan teatrikal ditambah pemberian berupa buah, cake dan kukis Natal mengalir terus di sepanjang jalan.

Di dalam tradisi gereja merayakan dan memperingati Natal hari kelahiran Kristus terlihat sangat beragam, kreatif dan imajinatif sesuai dengan kebiasaan dari penduduk setempat di berbagai negara. Semua perayaan dan tradisinya melambangkan semangat saling memberi, kehangatan cinta di dalam keluarga, persahabatan dan komunitas, ada kebahagiaan dan damai serta harapan dalam menyambut kelahiranNya.

 

Venda

 

Sumber : Catholic.org / Tradition From Around The World.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY