Pernak-pernik Natal di Sana-sini

0
131

Christmas is the most wonderful time of the year…

 

DEMIKIAN yang dirasakan oleh seluruh umat Kristiani, termasuk Cecilia Linawati. Kecintaan akan kehangatan suasana Natal diwujudkan di dalam dekorasi pernak-pernik Natal di setiap sudut kediamannya yang asri dan sangat artistik. Terlihat sentuhan tangan-tangan terampil; dimulai dari pintu masuk rumahnya yang dominan putih bersih hingga ke ruang dalam.

Pagi itu, Cecilia menyambut kami dalam balutan sackdress warna fusia yang cerah. Keramahannya sebagai tuan rumah membuat kami betah dan tidak puas-puasnya mengagumi setiap rangkaian dekor Natal di setiap area rumahnya di Perumahan Puri Indah.

Ketika ditanya mengenai hobinya, Cecilia menjelaskan bahwa sejak di bangku sekolah, ia sangat senang melihat dekor Natal di majalah-majalah. Lalu, ia pernah punya cita-cita kuliah di bidang interior dan arsitektur. Tapi, akhirnya, iamemilih kuliah di Jurusan Teknik Sipil di Universitas Maranatha, Bandung.

Cecilia mulai mendekor rumahnya sendiri ketika ia menikah dengan Rudy Fardeli, suaminya dan punya rumah sendiri. Awal menikah, mereka sempat tinggal di Surabaya selama setahun lebih. Kemudian mereka pindah ke Jakarta. Sebelumnya, ibu Vania dan Valery ini sempat berkarir di Bank Bali. Lalu, ia memutuskan menjadi seorang istri dan ibu di rumah. Sementara sang suami tetap berkarir di Bank Bali, yang lalu berubah menjadi Bank Permata, dan kini sebagai Direktur PT Advantage dan Ketua Bidang Advokasi dan Bantuan Hukum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengelola Uang Tunai Indonesia.

Cecilia menceritakan bagaimana dia dan kakak perempuannya mengawasi pembangunan rumahnya yang sekarang ini hingga selesai. Setiap tahun apabila Cecil dan keluarganya tidak ke luar kota atau ke luar negeri, rumahnya akan didekor dengan tema dekor yang berbeda sesuai trend. Misalnya, tahun ini dekor pohon Natal di ruang tamunya menggunakan warna rose gold untuk hiasannya, dengan paduan warna putih dari kapas yang dibuat seperti salju.

Ada juga setting Santa Klaus warna silver yang berdiri di atas salju putih dari kapas.

Natal tahun ini menjadi kebahagiaan tersendiri karena putranya yang kedua, Valery, akan pulang setelah  tujuh  tahun ia merampungkan kuliah S2 Computer Science di Seattle, Amerika.

Apakah diantara kedua anaknya ada yang suka mendekor juga…?

“Ada…Vania, putri pertama saya,” jawab Cecilia dengan mata berbinar-binar. Sambil bercerita bahwa awalnya di bangku sekolah hingga SMA, Vania biasa-biasa saja kalau mamanya mempersiapkan dekor Natal di rumah. Ketika suatu waktu Cecilia dan suaminya pergi menjenguk Vania yang sedang melanjutkan kuliah political science di Jepang, ternyata Vania mulai mendekor kamarnya dengan pernak-pernik Natal juga. Hingga selesai kuliah dan kembali ke Jakarta, sambil bekerja sebagai sales executive di Hotel Kempinski, bersama dua sahabatnya Vania menjalankan bisnis Table Decor pada saat weekend.

Untuk hobi dekor ini, Cecilia mempunyai tiga gudang di rumahnya untuk menyimpan pernak-pernik Natal.  Ia ingat semua barang-barang koleksinya. Biasanya Cecilia mulai mendekor satu minggu sebelum memasuki Masa Adven dan mulai membongkarnya saat mendekati Imlek. Ia senang membeli pernak-pernik dekor saat sedang jalan-jalan. Jika ada perlengkapan dekor yang bagus, pasti akan segera dibelinya, karena pada saat perlu kalau waktunya tidak tepat, barang tersebut mungkin sudah tidak ada lagi. Beruntung, pernak-pernik tersebut kini bisa dipakai Vania juga untuk pekerjaannya.

Cecilia juga sejak dulu aktif membawa kedua anaknya ikut kegiatan Koor Benediktus dan menemani mereka berlatih sejak umur sembilan tahun hingga usia 16 tahun, saat mereka harus kuliah di luar negeri. Kemudian Cecilia dipilih untuk menjadi Koordinator Koor Benediktus sampai saat ini. Kini, Cecilia dipercaya sebagai Wakil Ketua Lingkungan St. Klara V. Ia masih aktif menjadi Koordinator Praiser HOTK dan rajin mengikuti pendalaman iman.

Kesibukan dan kegiatan Cecilia tidak luput dari dukungan suami dan anak-anaknya. Yang paling utama di dalam kegiatan dan pelayanannya, ia tetap tidak melupakan tugas utamanya sebagai istri dan ibu di dalam keluarganya.

Venda & Sinta

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY