Satu Hati Aneka Wajah

0
63

PANITIA Paskah mengajak Romo Hermanus Sigit Pawanta SVD mengisi kegiatan dalam rangkaian Paskah bersama dengan umat Sathora. Sabtu, 17 Maret 2018, berlangsung Seminar “Satu Hati Aneka Wajah”. Tujuannya, menyosialisasikan tema besar Tahun Persatuan KAJ tahun ini; “Amalkan Pancasila: Kita Bhinneka, Kita Indonesia”.

Romo Sigit langsung menyanggupi. Tema yang diberikanpun berdasarkan refleksi Romo dari pengalamannya selama ini.

Seminar dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan diselingi pujian. Di awal seminar, Romo Sigit menceritakan pengalaman bersama; kisah lima sahabat saat berada dalam komunitas di Belanda. Dari pengalaman ini, disimpulkan bahwa saat hidup bersama dengan latar belakang beda negara, kenyataan hidup seperti situasi saat ini sangatlah tidak mudah.

Pada sesi awal, Romo Sigit melontarkan pertanyaan perdana, apakah yang menyatukan kita hadir di sini? “Kita disatukan oleh satu pembaptisan, yakni menjadi satu keluarga Gereja. Kita juga dipersatukan karena satu Negara (semangat nasionalisme), dengan didasari rasa syukur karena Persatuan yang kita perjuangkan. Untuk itu, Gereja sudah mempersiapkan tema Kebhinnekaan di dalam pertemuan APP 2018.

Pada sesi 2, materi masuk pada bagaimana menghidupi kebhinnekaan dalam hidup sehari-hari. Diceritakan pengalaman di Desa Santan, Yogyakarta. Masyarakatnya berupaya membangun relasi yang baik dengan ikut ambil bagian dalam kegiatan bersama. Di mana ada kebhinnekaan di dalam komunitas, karena asal daerah, suku bangsa, dapat memunculkan pertentangan dan perbedaan. Hal yang kita imani adalah bahwa Allah mengaruniakan Roh Kudus yang sama kepada semua orang.

Dalam realitas kehidupan, kenyataan adanya perbedaan di antara kita (iman dan kepercayaan), juga secara ekonomi karena kondisi masyarakat yang beraneka ragam. Kita perlu menghidupi cinta dengan berbela rasa.

Bagaimana menerapkannya setelah mendapatkan ‘pembekalan’ ini?
Semua bergantung pada bagaimana kita memahami, mengerti, menyikapi, dan akhirnya tahu untuk menerapkan kebhinnekaan dalam kehidupan nyata.

Mari kita terapkan bersama-sama ‘Amalkan Pancasila’ dengan melihat Kebhinnekaan sebagai hal yang memperkaya iman kita kepada Yesus dalam realitas kehidupan saat ini.

Berto

SHARE
Previous articlePaskah dalam Kebhinnekaan
Next articleRukun itu Indah

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY