Passion, Persistent, dan Sincerity

0
62

Maria Harfanti, Runner Up 2 Miss World 2015

DARI ajang Miss World yang berlangsung di Sanya, China, pada 19 Desember 2015, terdengar kabar bahwa peserta dari Indonesia memperoleh peringkat tertinggi ke-3. Ia dinobatkan sebagai Runner Up 2 Miss World 2015. Dialah Maria Harfanti, Miss Indonesia 2015.  

Gelar ini adalah yang tertinggi hingga tahun 2015,  peringkat yang pernah diraih wakil Indonesia di berbagai ajang kecantikan apa pun. Maria mengukir prestasi ini sebagai buah dari kerja kerasnya, sebuah pencapaian tertinggi.

 

Hidup Doa

Saat berbincang dengan MeRasul, Maria Harfanti menceritakan tentang motivasi dan pengalaman imannya. Maria mengawali ceritanya tentang bagaimana keluarganya, khususnya orang tuanya,  membentuk dan menjadikan hidupnya hingga seperti ini. Hidup yang kristiani.

Ia dibesarkan dalam keluarga yang religius dan cukup taat akan Tuhan. Ada kebiasaan berdoa bersama, pergi ke gereja seminggu sekali, melakukan sharing bareng keluarga. Selalu ada waktu bersama untuk melakukan hal tersebut.

Maria memegang teguh apa yang diajarkan oleh orang tuanya. Di masa kecilnya, ibunya mengajarkannya berdoa; mulai mendaraskan doa Salam Maria dan Bapa Kami, doa rosario bersama, dan lainnya. Jika menginginkan sesuatu, lebih baik diminta dengan berdoa, begitu pesan ibunya. Berdoa dengan Novena.

Menurutnya, dengan doa tersebut seperti make up get through for everything. Hidup doa  menjadi bagian terpenting dalam hidup  Maria. Berdoa 3 x Salam Maria, Doa Hati Kudus Yesus serta doa-doa lainnya. Kebiasaan inipun tidak terlepas dari pendidikan yang diterimanya di sekolah. Sejak TK, SD, dan SMP Marsudirini hingga SMA Tarakanita I; lingkungan ini juga mempengaruhi kebiasaan doanya.

Tiada bayangan Maria sewaktu kecil, bahwa nantinya ia akan menjadi sorotan banyak mata yang memandangnya ke arahnya, memberikan apresiasi akan prestasinya, menapak dari peringkat Miss Indonesia 2015 hingga menjadi Runner-up 2 Miss World 2015.

Sejak kecil, ia adalah tipikal anak sekolahan yang suka belajar. Tidak terpikir olehnya mengikuti pageant competition. “Saya tipikal anak yang suka belajar. Kecintaan pada dunia pengetahuan saya bawa sampai besar. Ketika kuliah saya juga mengajar, menjadi asisten dosen.”

Saat ini, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti ini masih menempuh pendidikan  Pasca Sarjana di Magister Manajemen Universitas Indonesia. 

Menurutnya, banyak ajang kecantikan dan sangat bervariasi. Namun, ia memilih ajang Miss Indonesia karena core value-nya, yaitu ‘beauty with a purpose’ (kecantikan yang bertujuan).

Tiap tahun, pemenang ajang ini selalu berpartisipasi melakukan kegiatan sosial yang dicetuskan oleh mereka sendiri, yang harus membawa impact ke masyarakat. Miss World adalah ajang lanjutan Miss Indonesia. Di antara semua beauty pageant lainnya, Miss World adalah yang tertua di dunia. Ajang ini juga yang mempelopori core value ‘beauty with a purpose‘. 

Dengan mengikuti kontes ini, Maria merasa passion- nya pada kegiatan sosial bisa tersalurkan. “I can reach out more people, katanya. Ia mengikuti pemilihan Miss Indonesia dan Miss World 2015, dan akhirnya mendapatkan peringkat tertinggi dan memenangkannya, membuat banyak orang memandang dan mendengarkan suaranya. Hal itu memudahkannya untuk merencanakan, melakukan, dan mencapai keberhasilan dalam suatu proyek.  

Lepas dari ajang tingkat nasional, Maria mempersiapkan diri ke pentas ajang internasional. Ia siap mempresentasikan program untuk kategori beauty with a purpose  di Miss World. Concern Maria tertuju pada program penyediaan toilet dan air bersih bagi warga di desa Kamancing, Pandeglang, Jawa Barat. Pilihannya ini tepat di lokasi desa yang gersang dan tingkat sanitasinya buruk. Warga desa tersebut harus menggunakan air keruh, bahkan air kubangan di dekat permukiman untuk hidup sehari-hari. Dari kondisi inilah, Maria menekankan pentingnya air sebagai sumber kehidupan dan perubahan.

Akhirnya, Maria mampu memenangkan penghargaan kategori Beauty with a Purpose yang memuluskan jalannya di pemilihan Miss World  2015. “Saya selalu terinspirasi pada beauty with a purpose, karena itu artinya punya kepedulian untuk berbagi dan berkontribusi pada komunitas. Saya ingin bisa menjangkau masyarakat dan berbagi apa pun dengan orang-orang di sekitar saya. Kita ada bukan hanya untuk diri kita sendiri dan  menikmati hidup. Kita juga harus membuat perubahan,” kata wanita yang suka menyanyi dan mahir bermain piano ini. 

Saat karantina Miss Indonesia, ia bersyukur bisa mengenal karakter teman-teman dari seluruh Indonesia. Hal ini membuatnya banyak belajar. Dari karakter yang berbeda-beda, mereka mempunyai tujuan masing-masing.

Maria menanggapi  makna keberagaman sebagai sesuatu yang membuatnya menjadi kaya. Tidak hanya pengetahuan tapi juga kaya pengalaman akan masyarakat Indonesia sendiri. Dengan lebih mengenal culture yang berbeda maka akan semakin bisa menghadapi orang baru saat bermasyarakat, juga dengan masyarakat global.

Maria memberikan apresiasi akan apa yang ditanamkan oleh keluarga untuk tidak pernah memilih-milih teman dari mana saja. Ia memiliki teman yang beragam baik dari tingkat ekonomi maupun dari suku bangsa yang berbeda, dan dari mana saja.“Itu yang membuat saya punya kepercayaan diri dan punya pemahaman terhadap orang lain dengan berbagai latar belakang. Orang yang tidak biasa bergaul, berbeda dengan orang lain, dia bisa tidak terima. Tetapi, saya selalu diajarkan untuk bisa seperti itu,” ucapnya.

 

Passion, Persistent dan Sincerity

Menurut dara kelahiran 20 Januari 1992, ajang Miss World menjadi menarik karena di ajang ini, lagi-lagi prinsip memahami kebhinnekaan yang ditanamkan oleh keluarga, dilakukan. Maria bertemu dengan para peserta lebih dari 100 negara. Di situ, mereka bisa saling sharing antar culture, bukan cuma latar belakang kita, tapi lagi-lagi karena punya kesamaan misi, yakni peduli pada masyarakat luas – make it change in this world. Mereka saling mengisi satu sama lain.

Kebanggaan yang paling menonjol sangat dirasakannya, mulai dari kecantikan yang khas, warna kulit, rambut, mata, dan pembawaannya yang komunikatif, serta sifat willing to help other people. Terbersit kebanggaan bahwa orang Indonesia memiliki willing to help other people.

Ketika ditanya bagaimana perasaannya menjelang peringkat tertinggi Miss World diumumkan, ia mengungkapkan bahwa saat karantina selama sebulan, ia sudah melakukan yang terbaik. Prinsip yang dipegangnya, yaitu passion, persistent, dan sincerity telah dilakukannya.

“Saya membawa passion saya di dalam segala sesuatu yang saya kerjakan dan saya harus punya persistent, yaitu ketekunan untuk menyelesaikan segala sesuatu yang sudah saya mulai, dan sincerity yang berarti saya harus tulus menjalankan semuanya. Dari ketiga value itu, saya sudah melakukan yang terbaik.” 

 

Hati Bersyukur

Maria memperoleh pengalaman iman dari hidup yang ia jalani. Sebenarnya, pengalaman ini tidak cuma ia alami pada tahun 2015. “Mukjizat Tuhan selalu ada dalam hidup saya sampai saat ini. Kadang saya merasa sebagai orang biasa dan saya bisa menjadi apa saja. Saya merasa Tuhan bisa membawa saya melebihi itu semua karena saya selalu bersyukur.” 

Punya hati yang bersyukur itu tidak cuma bersyukur saat semua di sekitar kita berjalan sesuai dengan apa yang kita kehendaki. Hati yang beryukur adalah hati yang bisa mensyukuri segala yang terjadi, ketika sesuatu yang buruk terjadi. “Tuhan mengajarkan segala sesuatu itu terjadi, dan itu yang selalu saya pegang teguh. Ternyata, dengan memiliki hati yang beryukur, kita juga akan bisa merasakan bahwa sesuatu itu indah pada waktunya.” 

Tuhan selalu melihat umat-Nya. Tuhan akan memperlihatkannya ketika orang berkata bahwa itu tidak baik, tetapi kita tetap bersyukur dan berdoa kepada Tuhan yang ambil bagian dalam peristiwa itu. Pengalaman iman yang luar biasa terjadi karena kita selalu melandaskan segala sesuatu kepada Tuhan.

Walaupun memiliki cukup banyak kesibukan, ia ikut dalam kegiatan gerejani. Maria membentuk paduan suara paroki, PS Salve Regina, yang bertugas di Gereja Santo Bartolomeus dan juga di beberapa gereja lain di luar paroki. Malam Paskah, PS ini bertugas di Paroki Cibubur.

Ia pernah juga bertugas dalam Perayaan Natal Nasional dan mengikuti konser bersama. Pada saat MeRasul memberikan tawaran bertugas di Sathora, Maria menyanggupinya, suatu saat nanti.

Lalu, what next, apa yang akan dilakukannya kemudian?

Saat ini, Maria menjadi nutrition ambassador salah satu perusahaan makanan. Maria melakukan perjalanan sosialnya dengan mengajak warga beberapa daerah berperilaku bersih. Ia berkeliling Indonesia dari Jawa – Sumatra – Sulawesi, dan beberapa pulau lainnya.  

Maria ikut membangkitkan kesadaran masyarakat untuk membangun hidup bersih, mengajarkan ke semua orang dewasa dan anak-anak. Ia mulai bergerak melalui Yayasan Bangun Sekolah Indonesia, yakni yayasan untuk merenovasi sekolah-sekolah yang rusak.

Kepada MeRasul, Maria memberikan pesan, “Selalu milikilah passion dan semangat juang yang tinggi dalam segala sesuatu dan ingatlah selalu untuk memiliki hati yang bersyukur. Bukan hanya untuk sesuatu yang baik saja, karena yang baik dan buruk mengajarkan sesuatu.”

Berto

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY