Jangan Takut akan Kekudusan

0
35

BIASANYA kunjungan ke panti-panti sosial menjadi salah satu agenda rutin tahunan berbagai komunitas. Tetapi, hanya Legio Mariae yang menjadikan kunjungan ini sebagai agenda rutin mingguan. Tidak, Legio Mariae tidak mengadakan kunjungan ke panti sosial di luar sana. Sebaliknya, Legio Mariae justru menyempatkan diri untuk mengunjungi orang-orang sekitar Paroki Bojong Indah Gereja Sathora. Mereka yang sedang sakit dan dirawat di rumah, mereka yang telah menjadi opa oma, mereka yang sudah lama tidak terlihat aktif di gereja, mereka yang sedang berduka, bahkan mereka yang sedang dirawat di rumah sakit terdekat. Orang-orang yang kita tahu dan kita kenal.

Kunjungan menjadi sebuah keseruan tersendiri bagi para legioner yang menjalaninya, sekaligus menjadi hiburan tersendiri bagi mereka yang dikunjungi. Kita tidak pernah tahu ada kisah inspiratif apa yang akan dibagikan hari itu, atau peneguhan seperti apa yang akan kita dapatkan saat itu. Tetapi, melalui kunjungan ini, kita sama-sama merasakan bahwa Tuhan berkarya dalam setiap hal, di segala aspek kehidupan kita, bahwa setiap masalah yang dihadapi ada jalan keluarnya, bahwa setiap kedukaan yang dialami ada penghiburannya, dan bahwa semua ini memiliki makna tersendiri yang bisa dibilang indah.

Kalau begitu, agenda rutin tahunannya apa dong? Rapat alam terbuka. Beratapkan langit dan beralaskan tikar, para legioner berlutut saat mendaraskan doa rosario, ditemani oleh suara deburan ombak atau udara segar pegunungan. Jalan-jalan nih ceritanya? Iyak, jalan-jalan sambil Jalan Salib dan Misa mingguan di paroki sekitar. Duh, suci amat sih jadi legioner? Hal ini sesuai dengan arahan Bapa Paus kita -–Paus Fransiskus– yang mengatakan, “Jangan takut akan kekudusan” dalam Gaudete et Exsultate (Bersukacita dan Bergembiralah). Boleh di-gugling, loh. Kalau Bapa Suci sudah bertitah, mana mungkin para legioner membangkang? Hahaha.

Tidak, para legioner bukanlah orang aneh. Para legioner adalah salah satu dari mereka yang berusaha secara nyata menyediakan waktu berdoa dan menunjukkan perhatian penuh kasih kepada orang lain dengan tindakan yang paling sederhana melalui kunjungan.

Kita semua dipanggil untuk menjadi suci dengan menjalani hidup dengan cinta dan memberikan kesaksian dalam segala hal yang kita lakukan, di manapun kita berada.

Ovlicht

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY