Profil Pastor Paroki

Pastor Kepala

RD. FX. Suherman

Lahir : Singkawang, 18 Juli 1969

Tahbisan : Jakarta, 16 Agustus 1999

Stay cool adalah kesan pertama yang muncul dari Romo Herman. Dalam setiap kesempatan, Romo Herman selalu tampak tersenyum tenang. Mungkin hal ini ada hubungannya dengan cita-cita semasa kecil. Waktu itu, Herman ingin menjadi pilot dan dokter jiwa hanya karena pakaian mereka putih.

Apapun itu, pada akhirnya Romo Herman sekarang dikenal sebagai salah satu romo yang memiliki karunia doa penyembuhan, yang mulai dikembangkannya setelah tiga bulan tahbisan.

Yang paling berkesan selama Romo Herman menjadi Imam adalah beliau salalu merasa bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkannya. Bagi Romo Herman, rahmat Tuhan selalu terselubung dalam lika-liku jalan hidup, dimana sikap berserah adalah kekuatan menerobos kabut kegelapan hidup itu.

Pada 19 September 2015, Uskup Keuskupan Agung Jakarta mengangkat RD F.X. Suherman menjadi Kepala Paroki Bojong Indah menggantikan Pastor Gilbert Keirsbilck CICM yang telah meninggal dunia.

Tugas :

1999 – 2004 : Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading

2004 – 2006 : Paroki Sta. Theresia, Cikarang

2006 – 2008 : Paroki St. Matias Rasul, Kosambi

2008 – 2009 : Paroki St. Yohanes Rasul, Kutoarjo

2009 – 2011 : Paroki Katedral, Jakarta

2011 – sekarang : Paroki St. Thomas Rasul, Bojong Indah

 

Pastor Rekan

RD. Reynaldo Antoni Haryanto

Lahir : Jakarta, 9 Februari 1984

Tahbisan : Bekasi, 25 Januari 2013

Setelah lulus SMP, Aldo memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Seminari Wacana Bhakti. Ini semata-mata karena ia ingin belajar musik orkestra di sana. Bersama seorang teman SMP-nya, ia mengikuti tes dan wawancara. Ternyata, mereka berdua diterima. Lantaran motivasinya hanya untuk belajar musik, maka tidak ada beban yang berarti bagi Aldo. Setelah  satu tahun, teman-teman yang pada mulanya ingin menjadi pastor mulai berguguran. Sedangkan Aldo yang hanya sekadar ingin belajar musik malah tetap bertahan.

Setelah lulus dari Wacana Bhakti, Aldo harus mengambil keputusan lagi: Melanjutkan kemana? Ke Don Bosco atau ke Projo? Akhirnya,   keputusannya masuk Projo Jakarta. Tahun pertama masih biasa-biasa saja. Tahun kedua, ketiga, dan seterusnya tantangan dan perjuangan terus mengalir.

Pengalaman yang paling mengesankan adalah ketika lamaran tahbisan diakon Frater Aldo ditunda pada tahun 2012. Padahal ia sangat berharap  bisa segera ditahbiskan oleh Uskup Agung Jakarta. Segala alasan yang diterangkan kepadanya terasa mental begitu saja, karena tidak sesuai dengan harapannya. Ia tidak siap menerima kenyataan.

Setelah menuntaskan study, sebagaimana yang diharapkan Uskup, Frater Aldo kembali  mengajukan permohonan kepada Uskup agar ditahbiskan dengan segala ketaatan dan kerendahan hatinya. Kali ini, Mgr. I. Suharyo mengabulkan permohonannya. Akhirnya, pada 25 Januari 2013, ia ditahbiskan oleh Uskup di Gereja St Arnoldus Janssen Bekasi. Ia memilih semboyan “Menjadi Imam : Mengikuti Yesus Lebih Dekat.”

Setelah ditahbiskan, Pastor Aldo mendapat tugas perutusan ke Papua selama enam bulan. Kemudian ia menjadi Pastor rekan di Paroki Yakobus Kelapa Gading, Jakarta selama sembilan bulan. Sejak awal Juni 2014, Pastor Aldo bertugas di Paroki St. Thomas Rasul.

Tugas:

2014 – sekarang : Paroki St. Thomas Rasul, Bojong Indah

 

Pastor Rekan

RD. Paulus Dwi Hardianto

 

Pastor yang Pernah Bertugas di Paroki Santo Thomas Rasul